Musim Hujan Tiba, Waspada Potensi Longsor di Jakarta 

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta, era.id - Memasuki musim hujan jelang akhir 2018, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan ada 10 titik longsor di DKI Jakarta karena curah hujan yang tinggi.

"Ada 10 titik, sekarang itu rata-rata dua wilayah kota di Jakarta, yaitu Jakarta Selatan sama Jakarta Timur," ucap Kepala BPBD DKI Jupan Royter saat dihubungi, Selasa (4/12/2018).

Saat ini, kata Jupan, BPBD DKI bekerja sama dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk mengantisipasi longsor tersebut, di antaranya Bina Marga, Satpol PP hingga Dinas Sumber Daya Air.

"Tiap-tiap SKPD kan ada kesiapannya. Kalau dinas SDA ya apa yang dilakukan selama ini sebelum musim hujan, ada pengurasan dan sebagainya. Pembenahan saluran, apa semua sesuai proker mereka," tutur dia.


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjung lokasi longsor Kalisari, Jakarta Timur akhir November 2018. (Foto: Istimewa)

Berikut data daerah rawan longsor dari BPBD DKI:

Jakarta Selatan:
1. Cilandak: potensi longsor menengah
2. Jagakarsa: potensi longsor menengah hingga tinggi
3. Kebayoran Lama: potensi longsor menengah
4. Kebayoran Baru: potensi longsor menengah
5. Mampang Prapatan: potensi longsor menengah
6. Pancoran: potensi longsor menengah
7. Pasar Minggu: potensi longsor menengah
8. Pesanggrahan: potemsi longsor menengah

Jakarta Timur:
9. Kramat Jati: potensi longsor menengah
10. Pasar Rebo: potensi longsor menengah hingga tinggi

Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali mengaku sudah mulai melakukan pembenahan pada delapan titik longsor tersebut. Dia pun menyatakan, kondisi saat ini sudah aman.

"Beberapa waktu yang lalu, titik-titik longsor itu udah diidentifikasi dan sudah dilakukan pembenahan di beberapa titik yang bisa dilakukan. Yang belum bisa dijangkau itu ada di Pesanggrahan. Tapi, yang lain-lain mudah-mudahan sih aman," kata Marullah.


Ilustrasi (Pixabay)

Namun, Marullah tidak mengetahui secara teknis dan progres pembangunan turap di bantaran kali yang masuk di wilayah Jaksel. Ia melimpahkan penurapan ke Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jaksel.

"Yang mengerjakan penurapan itu SDA. Saya tidak paham persis teknisnya, karena saya memonitor secara umum karena detailnya ada di mereka," tutur dia.

Warga Jaksel Tak Perlu Disosialisasi

Marullah menyebut Pemkot Jaksel sudah tak perlu menyosialisasikan informasi potensi longsor pada beberapa titik di Selatan Jakarta kepada warganya. Ia mengaku, warganya sudah lebih paham dengan kondisi seperti ini.

"Masyarakatnya sudah paham kok kalau daerahnya rawan. Kan, setiap hari mereka tinggal di situ. Enggak mungkin mereka enggak mengerti," ucap dia.

"Malah, biasanya masyarakat yang tunjukkan ke kita kalau daerahnya terlihat rawan longsor. Lalu, kita bekerja sama dengan masyarakat untuk mengidentifikasi lebih lanjut," tambahnya.

Tag: megapolitan bencana alam banjir jakarta siaga banjir

Bagikan: