Rp271 Triliun Cuma Buat Camilan Natal

Tim Editor

Ilustrasi. (pixabay)

Jakarta, era.id - Warga Australia menganggarkan biaya lebih untuk persiapan Natal tahun 2017. Bayangkan, uang sebanyak 20 miliar dollar AS, atau sekitar Rp271 triliun dialokasikan cuma untuk belanja makanan dan camilan. 

Ketua Asosasi Pengusaha Retail Australia (ARA), Russell Zimmerman mengatakan, anggaran total persiapan Natal dari penduduk negara asal Kanguru ini diperkirakan tembus 50 miliar dollar AS, atau sekitar Rp677 triliun sampai Natal berlangsung. 

"Kami yakin, kami berada di jalur yang tepat untuk mendapatkan 50 miliar dollar AS dan mungkin akan bertambah," kata Russel kepada The Sydney Morning Herald, seperti dilansir dari laman New York Times, Minggu (24/12/2017).

Sydney, Newcastel dan Brisbane menempati urutan pertama dalam biaya pra-Natal. Ketiga kota yang berada dalam wilayah New South Walles itu mengeluarkan total belanja sebesar 16 juta dollar AS, atau sekitar Rp216,8 miliar. 

Selanjutnya, di urutan ke-2 ditempati warga kota di negara bagian tenggara Australia, Victoria. Ongkos untuk persiapan Natal warga di Victoria mencapai 13 juta dollar AS, atau sekitar Rp176, 2 miliar.



Dari sekian banyak cara membeli produk atau jasa, belanja online mewakili lebih dari 7 persen total omzet yang diperoleh pengusaha retail. Kalkulasi ini diperkirakan Russel akan terus berlanjut sampai Boxing Day. Boxing Day adalah hari yang diperingati setelah Natal. Merupakan tradisi pemberian hadiah dari pengusaha kepada pekerja sejak abad ke-19, berlangsung pada tanggal 26 Desember.   

Anggaran untuk belanja pakaian, makanan, biaya wisata, kado hingga pernak-pernik Natal pada Boxing Day di Australia ditaksir mencapai 2,36 miliar AS, atau sekitar Rp31 triliun.

"Ini merupakan pemasukan yang sangat dibutuhkan bagi pengusaha retail," pungkas Russel. 

Bagikan: