Trump Nantikan Pertemuan Kedua Dengan Kim Jong Un

Tim Editor

Ilustrasi Trump dan Kim Jong Un (era.id)

Jakarta, era.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merespon permintaan Pimpinan Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, yang ingin kembali bertemu dengannya terkait proses denuklirisasi. Ini akan jadi pertemuan kedua bagi AS dan Korut. 

"Saya juga menantikan untuk bertemu dengan Ketua Kim yang menyadari dengan baik bahwa Korea Utara memiliki potensi ekonomi besar!" ucap Trump dalam pernyataannya via akun Twitternya, @realDonaldTrump, seperti dikutip era.id, Kamis (3/1/2019).

Pernyataan itu disampaikan Trump sembari melansir sebuah berita yang mengulas pidato Tahun Baru Kim Jong-Un. Dalam pidatonya, Kim Jong-Un menyatakan Korut tidak akan membuat atau melakukan uji coba senjata nuklir lagi. 
 

Sejatinya, kedua pemimpin itu telah menggelar pertemuan di Singapura pada Juni 2018 lalu. Dalam pertemuan itu, Trump dan Kim menandatangani deklarasi yang sebagian isinya antara lain melaksanakan denuklirisasi di Semenanjung Korea. 

Namun sejak saat itu, perkembangan yang dicapai nyaris tidak ada. Perundingan soal denuklirisasi antara AS dan Korut bahkan mandek, karena sama-sama bersikukuh dengan pengertian 'denuklirisasi' menurut mereka.


Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un bertemu Presiden AS Donald Trump di Singapura. (ST PHOTO: KEVIN LIM)

Di mana Korut mengeluhkan sikap AS yang terus memaksakan denuklirisasi "terverifikasi dan menyeluruh" versi mereka dengan gaya "gangster". Korut menginginkan Washington bisa mencabut sanksi yang diberikan sebelum mereka menyerahkan senjata nuklir dan program balistik. 

Kendati demikian, baik Trump maupun Kim Jong Un melontarkan harapan untuk mengelar pertemuan kedua mereka di tahun ini.  

Dalam pidato Tahun Barunya, Kim Jong-Un melontarkan peringatan untuk AS jika negara itu terus memberlakukan sanksi-sanksi terhadap Korut. "Kami mungkin terpaksa mencari cara baru untuk membela kedaulatan negara dan kepentingan tertinggi negara," sebut Kim Jong-Un dalam pidatonya.

Dilansir, The Korea Herald, Selasa (2/1) pernyataan Kim yang menyatakan dirinya bersedia bertemu Trump kapan saja, didesain untuk menghidupkan kembali momentum negosiasi. Kendati disaat yang bersamaan pidato pemimpin berusia 35 tahun itu juga menegaskan bahwa dia tidak akan bisa didorong oleh pihak mana pun.

Tag: donald trump kim jong un pertemuan trump-kim jong un

Bagikan: