KPU Laporkan Kasus Hoaks Surat Suara Dicoblos ke Polisi

| 03 Jan 2019 17:38
KPU Laporkan Kasus Hoaks Surat Suara Dicoblos ke Polisi
KPU melaporkan kasus surat suara dicoblos ke Bareskrim Polri. (Diah/era.id)
Jakarta, era.id - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman melaporkan penyebaran berita bohong soal surat suara yang telah dicoblos di Tanjung Priok ke Bareskrim Polri. Arief didampingi Komisioner KPU Ilham Saputra, Viryan Azis, dan Anggota Badan Pengawas Pemilu Fritz Edward Siregar.

"Hari ini kami akan melaporkan ke Bareskrim agar ditangkap siapa yang menyebarkan. Kami berharap supaya bisa ditindak sesuai aturan berlaku," ujar Arief di Kantor Bareskrim Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2019).

Setelah sebelumnya sempat diserang isu seperti kerawanan kotak suara dan daftar pemilih siluman, baru kali ini KPU seperti sudah jengah dengan melaporkan kasus kepada kepolisian. Arief bilang laporan ini merupakan hoaks yang berlebihan.

"Kali ini kami menganggap isu yang sekarang sangat luar biasa berlebihan, maka kami merasa tidak cukup hanya menjawab dengan fakta dan data. Tapi kami merasa perlu ini dilaporkan," ungkap dia.

Kabareskrim Irjen Arief Sulistyanto menyebut akan membantu KPU mencari tahu siapa pelaku pembuat rekaman dan menindak penyebar berota bohong tersebut.

"Pak Arief Budiman dan tim melaporkan kejadian ada kejadian penyebaran berita bohong yang dilaporkan kejadian. Tugas polisi lah yang mencari tahu siapa pelakunya, berdasarkan alat bukti jadi tidak boleh sembarangan menuduh orang. Menetapkan orang sebagai tersangka harus berdasarkan alat bukti. Ini yang akan kami lakukan," ujar Sulistyanto.

Sebelumnya, kabar hoaks ini mulai beredar dari rekaman suara dari seseorang yang tak dikenal yang menuturkan ada jutaan surat suara dalam truk yang telah dicoblos ke salah satu pasangan calon.

"Ini sekarang ada 7 kontainer di tj priok sekarang lagi geger. Marinir sudah turun, dibuka satu (kontainer). Isinya kartu suara yang dicoblos nomor 1. Dicoblos jokowi. Itu kemungkinan dari Cina itu. Total katanya kalau 1 kontainer 10 juta kalau ada 7 kontainer 70 juta suara dan dicoblos nomor 1. Tolong sampaikan ke akses, ke pak Darma kek atau ke Gerindra pusat. Ini tak kirimkan nomor telepon orangku yang di sana untuk membimbing ke kontainer itu. Atau syukur ada akses ke Pak Djoko Santoso, pasti marah kalau beliau. Ya, langsung cek ke sana ya," tutur suara dalam rekaman yang diterima era.id.

Kabar kontainer surat suara yang sudah tercoblos makin ramai beredar sejak disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief lewat akun Twitternya.

Melalui akun Twitter pribadinya, @AndiArief__, Andi mencuit "mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yg sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya karena ini kabar sudah beredar". Belakangan twit itu sudah 'terhapus' oleh Andi Arief.

Rekomendasi