China Tingkatkan Pemberantasan Pelanggaran Medis

| 24 Jan 2019 10:05
China Tingkatkan Pemberantasan Pelanggaran Medis
Ilustrasi (Pixabay)
Shanghai, era.id - China akan meningkatkan pemberantasan atas pelanggaran penjualan produk-produk layanan kesehatan setelah terkuaknya serangkaian skandal dalam beberapa bulan terakhir, lapor media pemerintah pada Kamis, mengutip para pejabat senior.

Dalam wawancara dengan China Central Television (CCTV), Menteri Administrasi Negara Regulasi Pasar Zhang Mao mengatakan bahwa sektor kesehatan negara itu didera pelanggaran. Dia mengatakan beberapa rencana telah dijalankan untuk menyediakan pengawasan yang ketat di sektor itu.

China meluncurkan gerakan 100 hari pada awal bulan untuk menumpas periklanan ilegal dan pelanggaran lain di industri itu menyusul terkuaknya kasus-kasus besar, demikian dilansir Antara, Kamis (24/1/2019).

"Baru-baru ini, masalah serius yang melibatkan pasar produk-produk kesehatan telah diungkap, seperti promosi palsu, periklanan ilegal, dan penipuan konsumen," kata harian China Daily mengutip Zhang mengenai peluncuran upaya itu.

Pada awal bulan ini, kepolisian menangkap pendiri Quanjian Nature Medicine Technology, perusahaan obat tradisional China, di tengah dugaan penipuan setelah kematian seorang gadis cilik berusia tujuh tahun yang menggunakan produk-produk perusahaan itu sebagai bagian dari perawatan kanker.

Regulator pasar juga memeriksa cabang-cabang daerah Infinitus. perusahaan China bernilai triliunan rupiah, setelah dituduh menjual produk-produk yang merusak liver seorang anak.

Penyelidikan baru-baru ini banyak yang berfokus pada skema pemasaran multilevelel (MLM) dengan keanggotaan untuk membeli produk-produk dari perusahaan lalu menjualnya. Meskipun penjualan langsung ini diizinkan di China, penjualan sistem piramida --yang berbasis pendapatan dari pembayaran anggota baru ke anggota lama-- telah dilarang.

Pekan lalu, pemerintah provinsi Guangdong di China tenggara juga memanggil 32 perusahaan penjual langsung yang terdaftar termasuk Infinitus dan Amway yang berbasis di Amerika Serikat (AS), untuk memberikan peringatan terhadap malpraktik.

Perusahaan-perusahaan tersebut menandatangani perjanjian untuk tidak menipu konsumen mengenai keuntungan pengobatan dari produk-produk mereka, lapor kantor berita pemerintah Xinhua.

Tags : china
Rekomendasi