Yusril Tak Takut Kehilangan Suara FPI

| 30 Jan 2019 21:15
Yusril Tak Takut Kehilangan Suara FPI
Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra. (Mery/era.id)
Bekasi, era.id – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengaku tak takut kehilangan suara massa Front Pembela Islam (FPI), usai calegnya menarik dukungan terhadap PBB lantaran berpindah haluan mendukung paslon 01, Jokowi-Ma'ruf.

"Setahu saya FPI juga sudah menajadi caleg dua pemilu, tapi nyatanya PBB tidak lolos dua kali pemilu saat dipimpin MS Kaban. Sampai dikatakan terlalu besar terlalu besar (pengaruhnya), tidak khawatir kehilangan suara dari masyarakat FPI," kata Yusril saat ditemui di Hotel Santika, Kota Bekasi, Rabu (30/1/2019).

Menurutnya, penarikan caleg yang berasal dari FPI merupakan hak politik masing-masing. Namun, Yusril bingung jika ada penarikan dukungan terhadap partainya secara resmi, lantaran saat awal mendukung tidak adanya dukungan secara resmi.

Baca Juga : Jangan Bawa Nama PBB Kalau Tak Dukung Jokowi

"FPI sebenarnya juga tidak secara resmi memberikan dukungan kepada PBB, kok menarik diri secara resmi padahal dukungan secara resminya saja tidak ada," lanjutnya.

Kendati ditinggal calegnya yang berasal dari FPI, lanjut Yusril, tidak akan berdampak buruk bagi partainya. Ia bahkan menilai caleg yang berasal dari FPI memiliki banyak permasalahan.

"Yang masalah itu adalah caleg khususnya caleg FPI. Jadi FPI ini organisasi massa (ormas) tapi punya kader-kader atau anggota yang jadi caleg melalui banyak partai termasuk PBB. Dan juga antara FPI dengan caleg itu membuat pakta integritas, nah itu kadang menyusahkan kita. Sehingga para caleg itu punya dualisme orientasi, mengikuti arahan DPP mengikuti arahan FPI," katanya.

Menurut Yusril, suara organisasi besutan Habib Rizieq Shihab (HRS) itu tidak terlalu berdampak bagi PBB, lantaran masih banyak suara umat Islam di Indonesia yang masih mendukung partainya, terutama di Pulau Jawa.

"Dukungan PBB deras ya. Seperti ini contohnya, jadi tidak seperti dianggap mereka akan hilang (dukungan), mungkin dari kelompok-kelompok tertentu yang kiblatnya ke Habib Rizieq iya, tapi kan alangkah banyaknya warga Indonesia ini, jangankan orang non-muslim, orang muslim juga tidak semua berkiblat ke Habib Rizieq, Jawa Tengah Timur lebih ikut kiai NU," tandasnya.

Rekomendasi