Bocah SMP Dihamili Pria Beristri di Bekasi

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

Bekasi, era.id - Seorang pria dewasa yang telah memiliki istri dan seorang anak tega memperkosa bocah SMP hingga hamil empat bulan. Pelaku bernama Yoga Yoga Swara (35) memperkosa korban sebanyak lima kali dalam setahun.

Sebut saja Mawar, anak yang berusia 15 tahun dan masih duduk dibangku SMP tersebut kini hamil empat bulan. 

Mawar dan pelaku saling kenal lantaran rumahnya berdekatan hanya berbeda RW di daerah Tambun Selatan, Bekasi.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bekasi, Muhammad Rojak membenarkan peristiwa tersebut. 

"Sering diajak berhubungan, cuma korban juga menolak secara halus dengan alasan masih sekolah, nah si pelaku juga jawabannya halus bilang nanti tanggung jawab dan terjadi berhubungan sampai berkali-kali," ucapnya kepada era.id, Kamis (31/1).

Rojak menjelaskan, korban dengan pelaku memiliki status berpacaran. Korban sering bertemu dengan pelaku lantaran rumah mereka masih satu lingkungan. 

Karena sering bertemu, pelaku dengan korban semakin sering di ajak main bareng hingga terjadi ajakan berhubungan badan oleh si pelaku.

Awalnya, korban menolak ajakan tersebut dengan alasan takut karena masih sekolah. Namun, dengan rayuan  si pelaku, akhirnya korban mau lantaran diiming-imingi akan bertanggung jawab perbuatannya itu.

Aksi pemerkosaan tersebut terjadi di rumah kontrakan pelaku. Tak hanya itu, korban juga pernah diajak ke sebuah penginapan Losmen di daerah Cibitung, Bekasi.

Aksi bejat pelaku kini telah berakhir setelah keluarga korban curiga terhadap sikap anaknya yang telah berubah. Korban pun mau bercerita kepada kedua orang tuanya tentang peristiwa ini.

Mendengar cerita korban, orang tua tersebut kesal dan emosi hingga melaporkan kejadian tersebut ke Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bekasi.

Pada awal Januari 2019, keluarga korban mencoba meminta pertanggungjawaban pelaku dengan mendatangi rumahnya. Namun, dalam pertemuan tersebut, yang didampingi oleh RT setempat dan Bimaspol, pelaku tak menunjukkan itikad baiknya.

Saat akan ditemui yang kedua kalinya, ternyata pelaku bersama keluarganya sudah melarikan diri dan tidak bertempat tinggal di rumah kontrakan tersebut. 

Sehingga, keluarga korban memutuskan untuk melaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Bekasi.

Kini, kondisi korban sudah membaik secara psikologis setelah sempat mengalami depresi. Pihak KPAD Kabupaten Bekasi masih terus mengawasi dan memulihkan kondisi korban.

"Kondisinya sudah cukup baik, tidak ada tekanan. Kita masih jaga terus anak ini," kata dia.

Hingga kini, keberadaan pelaku belum diketahui. Pihak kepolisian masih memburu pelaku untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Tag: perlindungan perempuan dan anak megapolitan

Bagikan: