Gerindra Marah Nama Cawagub Anies Dibocorkan PKS

Tim Editor

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (Instagram/@aniesbaswedan)

Jakarta, era.id - Wakil Ketua DPD Partai Gerindra, Syarif mengaku heran, kok bisa-bisanya dua nama calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta yang dirilis tim panelis secara internal malah terpublikasi secara luas. Syarif menyalahkan Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Syakir Purnomo soal itu. Syarif menganggap kubu PKS tak menghormati keputusan politik kedua partai pengusung terkait rekomendasi.

PKS juga dinilai melanggar etika politik lantaran membeberkan dua nama Cawagub Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu yang direkomendasikan tim panelis fit and proper test.

Mestinya, kata Syarief, kedua nama tersebut tak dibeberkan ke publik terlebih dahulu. Sebab, kedua partai pengusung sudah bersepakat akan melakukan pendalaman terlebih dahulu atas hasil rekomendasi dari tim panelis.

"Kalau saya mengatakan, PKS ini kurang menghormati putusan politik. Domainnya itu kan sekarang adalah proses di mana tim panelis sudah menyerahkan hasilnya kepada pimpinan partai. Fatsun politik kita adalah pimpinan partai ketemu dulu, rembukan, membaca, meneliti dengan baik, hasil rekomendasi tim panelis," kata Syarif saat dihubungi, Senin (11/2/2019).

Menurut Syarif, sebelum kedua nama cawagub ini disodorkan kepada Anies Baswedan selaku Gubernur DKI, partai pengusung terlebih pihak Gerindra ingin mengetahui hasil penilaian kandidat cawagub atas sejumlah kualifikasi dari panelis terlebih dahulu. Terlebih, Ketua DPD Gerindra DKI Muhammad Taufik juga belum menandatangani pemilihan dua nama ini.

"Pak Taufik belum tahu hasil rekomendasinya, belum membaca secara teliti dan diskusi dengan PKS lagi. Walaupun misalnya nanti di ujungnya kesepakatan itu tidak mengubah posisi dua nama itu kan nanti, yang namanya fatsun kan nanti ada waktunya membicarakan soal itu."

Sebelumnya, tim panelis seleksi calon Wakil Gubernur DKI telah memutuskan dua nama yang layak menjadi cawagub. Hasil seleksi fit and proper test menrekomedasikan dua nama, yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. Dengan ini, maka satu kandidat yaitu Abdurahman Suhaimi tersingkir dari proses penyodoran nama kepada dua partai pengsung PKS dan Gerindra sudah dilakukan, sebelum akhirnya disodorkan kepada Gubernur DKI Anies Baswedan.

Latar belakang Agung Yulianto adalah lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Mantan Auditor BPKP dan Direktur PT Herba Penawar Alwahida Indonesia (HPAI) yang merupakan salah satu perusahaan Bisnis Halal Network di Indonesia yang fokus pada produk-produk herbal.

Sementara itu, sosok Ahmad Syaikhu memiliki reputasi di bidang pemerintahan, yaitu pernah menjadi Anggota Legislatif DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKS 2008-2013 dan menjabat Wakil Wali Kota Bekasi 2013-2018.

Tag: pemprov dki jakarta

Bagikan: