Akhirnya Para Gajah yang Harus Mengalah

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta, era.id - Kehidupan gajah-gajah makin terancam. Di Hutan Konservasi Sumber Daya Alam Lahat, Sumatera Selatan, konflik antara gajah dan manusia makin meruncing. Buntutnya, gajah-gajah terpaksa mengalah. Mereka dipindahkan dari tempat yang seharusnya menjadi rumah mereka.

Selasa (19/3), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah II Lahat mengevakuasi delapan gajah dari wilayah hutan konservasi menggunakan truk. Semua gajah itu dipindahkan ke Hutan Konservasi Sumber Daya Alam Padang Sugihan Jalur 21 di Banyuasin.

Gajah-gajah itu terpaksa dievakuasi, sebab di rumah mereka di Hutan Konservasi Sumber Daya Alam Lahat, hewan-hewan berintelijensi tinggi itu kerap terlibat konflik dengan makhluk-makhluk bernafsu tinggi: manusia, tepatnya adalah mereka warga Dusun Padang Baru, Kecamatan Merapi Selatan.

Menurut Kepala Seksi BKSDA Wilayah II Lahat, Martialis, warga Dusun Padang Baru diketahui telah menanam bibit karet di kawasan konservasi. Penanaman bibit dilakukan warga untuk memperluas lahan perkebunannya. Sayang, lahan perkebunan yang dicaplok warga adalah rumah para gajah yang seharusnya terlindung dari segala intervensi kemaruk.

Martialis mengatakan, wilayah jelajah gajah saat ini telah menyusut amat parah. Dari 210 hektare yang ditetapkan pemerintah sebagai kawasan konservasi, kini hanya tersisa sepuluh hingga 20 hektare yang terbilang aman untuk para gajah.

"Padahal, jelajah angon satu ekor gajah itu mencapai 50 hektare. Ini kami ada sepuluh ekor, jelas sudah tak kondusif lagi di sini," kata dia dikutip Antara, Rabu (20/3/2019).

Selain delapan gajah yang telah dievakuasi, BKSDA Wilayah II Lahat masih meninggalkan dua ekor gajah lain di lokasi. Satu gajah berusia 30 tahun dengan nama Nensi dilaporkan mengamuk ketika hendak dinaikkan ke atas truk. Nensi diduga stress sebab tak biasa diangkut dengan truk terbuka. Satu gajah lain adalah Argo. Gajah berusia setara Nensi itu terpaksa ditinggal untuk menemani Nensi.


Ilustrasi migrasi gajah (Pixabay)


Peta konflik

Penguasaan lahan konservasi oleh warga Dusun Padang Baru ini tak hanya melibatkan para gajah. Menurut Martialis, pihaknya telah melaporkan pengancaman dan pemukulan terhadap seorang pawang gajah yang sebelumnya melakukan sterilisasi dengan mencabut tanaman karet milik warga.dari wilayah konservasi.

"Untuk kejadian ini kami sudah lapor polisi, dan pawang juga sudah divisum."

Pemindahan sementara para gajah ini, menurut Martialis adalah langkah tepat. BKSDA Wilayah II Lahat curiga, ada upaya meracuni para gajah yang dilakukan pihak-pihak tertentu. Bukan tanpa alasan, sebab di antara delapan gajah yang diangkut, empat ekor diketahui dalam kondisi sakit.

"Gajah ini serentak mencret dan feses (kotoran) mengeluarkan darah. Kenapa serempak tapi sekarang feses gajah lagi dicek di laboratorium, wajar kami curiga karena gajah-gajah ini mendapat suplai daun pelepah dari sekitar kawasan konservasi."

Bagi para gajah, evakuasi yang dilakukan kali ini adalah trauma berulang yang mereka alami. Sebab, beberapa tahun lalu, mereka dikirim ke Hutan Konservasi Sumber Daya Alam Lahat setelah terlibat konflik serupa di daerah lain. 

"Mereka dipindahkan di kawasan konservasi dengan maksud dapat terlindungi."

Tag: satwa dilindungi

Bagikan: