21 Tahun Lalu, Kala Soeharto Tumbang

Tim Editor

Presiden Soeharto kala mengundurkan diri (Foto: Reuters)

Jakarta, era.id - 21 tahun lalu, sejarah baru tertulis di negeri ini. Setelah 32 tahun memimpin, Presiden Soeharto mundur dan langsung digantikan BJ Habibie.

Pukul 08.25 WIB, 21 tahun silam, Bacharuddin Jusuf Habibie yang masih jadi wakil presiden, tiba di Istana Merdeka menggunakan mobil bernomor polisi B-2. Lima menit berselang, giliran Presiden Soeharto yang hadir.     

Presiden Soeharto didampingi putri sulungnya, yang juga menjabat sebagai Menteri Sosial, Siti Hardijanti Rukmana atau biasa disapa Mbak Tutut. Setelah itu, datang pimpinan MPR/DPR. Istana juga kedatangan Menteri Kehakiman Muladi, Menteri Penerangan Alwi Dahlan, Menteri Sekretaris Negara Saadilah Mursjid serta Menteri Pertahanan Keamanan yang juga Pangab Jenderal Wiranto.

Gelombang tuntutan reformasi bertahun-tahun yang terus digelorakan, akhirnya terjawab. Tepat pukul 09.00 WIB, Kamis 21 Mei 1998, Indonesia punya presiden baru setelah 32 tahun. Soeharto berhenti dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Bacharuddin Jusuf Habibie.

"Saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden Republik Indonesia terhitung sejak saya bacakan pernyataan ini pada hari ini, Kamis 21 Mei 1998," ujar Soeharto di Ruang Credential Istana Merdeka. Pidato bersejarah itu disiarkan langsung oleh TVRI dan RRI. 

Naiknya Habibie sebagai presiden sesuai dengan aturan konstitusi Pasal 8 UUD 1945. Seharusnya, pergantian kepemimpinan dilakukan di hadapan pimpinan DPR/MPR RI. Namun untuk menghindari kekosongan pimpinan, pemerintah harus segera melaksanakan ucap sumpah jabatan presiden di hadapan MA.

"Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden RI dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. memegang teguh UUD 1945 dan menjalankan segala Undang-Undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada nusa dan bangsa," ucap Habibie saat diambil sumpahnya.


Joko Widodo di kampanye akbar di GBK (Foto: Anto/era.id)

21 Tahun Kemudian

21 tahun berikut, sejarah juga kembali terjadi. Lokasinya berjarak sekitar lima kilometer dari peristiwa maha penting yang terjadi di Istana 21 tahun lalu. Di Gedung Komisi Pemilihan Umum, komisioner menyampaikan penetapan rekapitulasi nasional. Lebih cepat sehari dari deadline yang ditentukan.

Tengah malam tadi, Selasa (21/5/2019), KPU menetapkan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menjadi pemenang Pilpres 2019. Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin 85.607.362 suara. Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 68.650.239.

Hasil pilpres itu ditetapkan dalam keputusan nomor 987. Hasil rekapitulasi KPU secara nasional ini terdiri atas perolehan suara di 34 provinsi dan 130 panitia pemilihan luar negeri (PPLN).
 

Tag: peringatan 20 tahun reformasi

Bagikan: