Polisi Pastikan Tak Gunakan Peluru Tajam Saat Kawal Sidang MK

Tim Editor

Aparat keamanan yang menjaga jalannya sidang sengketa Pilpres 2019. (Wardhany/era.id)

Jakarta, era.id - Jelang sidang putusan sengketa Pilpres 2019, pihak kepolisian dan TNI memperketat pengamanan di sekitar Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam instruksinya, pihak kepolisian memastikan tak dibekali peluru tajam dalam mengawal jalannya sidang.

Hal ini disampaikan Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Harry Kurniawan saat apel para petugas keamanan gabungan TNI dan Polri. Tak hanya itu, personel Provos juga sempat melakukan pemeriksaan senjata terhadap personel pengamanan tersebut.

"Intinya bahwa tidak diperkenanan atau tidak dibolehkan anggota pakai senpi atau peluru tajam. Tadi dicek provos untuk yakinkan bahwa petugas tidak membawa peluru senjata tajam," ungkap Harry kepada wartawan di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019).



Menurut Harry, saat ini anggota TNI dan Polri yang bertugas melakukan pengamanan berjumlah 13.747 personel. Mereka tersebar di beberapa titik seputaran Gedung MK. Tak hanya itu, jelang sidang putusan, pihak kepolisian juga sudah menutup jalan di wilayah depan Gedung Mahkamah Konstitusi.

"Ada beberapa ruas jalan yang ada di depan kantor MK kita alihkan, baik di depan arah Merdeka Barat dari dua arus atau dua arah dialihkan melalui Jalan Merdeka Selatan," ungkapnya.

Untuk diketahui, kesembilan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) ternyata telah menyelesaikan Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) untuk memutuskan hasil sidang sengketa Pilpres 2019. 

Keputusan hasil sidang sengketa Pilpres 2019 ini bakal dibacakan sesuai jadwal pada Kamis (27/6) pukul 12.30 WIB di Gedung MK. Saat pembacaan ini, pihak Mahkamah Konstitusi telah mengundang pihak pemohon, termohon, pihak terkait, serta pemberi keterangan. 

Tag: perlawanan terakhir prabowo

Bagikan: