Putusan MK Sudah Final, Usai Sudah Perlawanan Prabowo

Tim Editor

Capres-cawapres Prabowo-Sandi (Mery/era.id)

Jakarta, era.id - Mahkamah Konstitusi (MK) telah menolak gugatan kubu paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terkait hasil Pilpres 2019. Namun sepertinya, kubu Prabowo masih berupaya untuk menyiapkan langkah hukum selanjutnya.

Menurut pakar hukum dari Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad, usai putusan MK maka sudah tak ada lagi langkah hukum yang bisa diambil oleh kubu penantang Jokowi tersebut. 

Apalagi, berdasarkan asas erga omnes pada Pasal 10 Ayat (1) UU 8/2011 Undang-undang Mahkamah Konstitusi, putusan sengketa itu bersifat final and binding

"Sudah tidak ada (upaya hukum lagi), karena putusan MK bersifat final dan mengikat. Jadi tidak bisa dibanding atau upaya hukum lain termasuk juga tidak relevan dibawa ke Mahkamah Internasional," kata Suparji kepada wartawan, Jumat (28/6/2019).

Kata Suparji, putusan MK harus ditaati oleh semua pihak. Ketimbang melakukan langkah hukum lanjutan, harusnya kubu paslon 02 menghormati putusan tersebut.

"Putusan tersebut berlaku kepada umum dan harus dihormati," ungkapnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto. Menurut dia, sudah enggak ada langkah lanjutan yang bisa diambil oleh kubu penantang Jokowi tersebut. Dia menilai sudah tak ada celah hukum dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang diketok pada Kamis (27/6) malam tersebut.

"Seluruh upaya hukum, baik melalui Bawaslu, Mahkamah Agung, dan Mahkamah Konstitusi, semua sudah dilakukan," ujar Hasto.

"Dengan demikian, tidak ada lagi celah hukum terkait hal tersebut," tambahnya.



Jadi begini, setelah putusan MK itu dibacakan, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menggelar jumpa pers. Dia bilang, sedang mempertimbangkan mengambil langkah hukum lainnya. Tapi dia mau berdiskusi dengan tim kuasa hukum dan seluruh petinggi partai politik yang tergabung dalam Koalisi Adil Makmur.

"Tentunya, setelah ini kami akan segera berkonsultasi, apakah masih ada langkah hukum atau langkah konstitusional lain yang dapat kami tempuh. Kami juga akan mengundang seluruh pimpinan Koalisi Adil Makmur terkait langkah ke depan," tutur Prabowo, Kamis malam (27/6).

Enggak cuma itu, Prabowo juga meminta seluruh pendukungnya untuk tetap tegar dan melanjutkan perjuangan yang telah dilakukan selama ini. Syaratnya, Prabowo menegaskan, segala perjuangan yang telah dan akan dilakukan harus selalu berada di dalam kerangka perdamaian dan konstitusional.

Ketua tim kuasa hukum Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjojanto setelah putusan dibacakan (Anto/era.id)

Tag: perlawanan terakhir prabowo

Bagikan: