PLN Tak Cukup Kompensasi dan Minta Maaf, Harus Ada Audit Kinerja

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta, era.id - Wakil Ketua Komisi VII DPR, Bara Hasibuan menilai ada mis-manajemen dalam internal Perusahaan Listrik Negara (PLN). Ia merasa perlu ada audit keseluruhan kinerja operasionalisasi seluruh pembangkit listrik yang dikelola PLN.

"Jelas sekali ada hubungan dengan manajemen. Kami juga mendapat kesan dari masalah hukum yang menimpa direktur yang lama, kelihatan sekali dalam berbagai rapat itu tidak ada satu individu yang incharge mengambil kepemipinan di PLN," katanya, di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Bara menyebut, mis-manajemen yang terjadi di PLN jadi pemicu terjadinya peristiwa pemadaman masif di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten. Makanya, proses audit secara menyeluruh perlu dilakukan internal PLN.

"Kita juga ingin melakukan audit dari PLN secara keseluruhan, kualitas dari pembangkit yang ada kualitas transmisi," tuturnya.

Apalagi, katanya, hampir 60 persen pembangkit di Indonesia mengunakan bahan bakar batu bara. Sehingga, suplai dan distrubusi batu bara perlu diaudit. Ketergantungan terhadap pasokan batu bara juga berpotensi menyebabkan berkurangnya pasokan listrik.


Ilustrasi (Ilham/era.id)

"Sehingga berdampak pada kualitas pembangkit yang ada, itu juga kami akan mendorong dari audit-audit terhadap operasi dari PLN," tuturnya.

Politikus PAN ini menilai, PLN tidak cukup hanya memberikan kompensasi dan meminta maaf kepada publik. Namun juga harus melakukan investigasi terhadap peristiwa pemadaman tersebut. "Kita juga ingin mengetahui apa sebetulnya terjadi di PLN. Untuk itu juga selain audit, investigasi (perlu) terhadap kejadian Senin dan Minggu lalu ini," jelasnya.

Seperti diketahui, pemadaman listrik dua hari lalu itu berawal dari gangguan pada saluran udara tegangan ekstra tinggi 500 kv Ungaran-Pemalang. Selain itu, terjadi gangguan pada gas turbin 1-6 di Suralaya dan di Pembangkit Listrik Tenaga Gas Turbin Cilegon.

Sehingga, dampak pemadaman antara lain terhentinya operasional Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. Sejumlah rangkaian kereta MRT terhenti di tengah jalur. KRL Commuter Line juga berhenti beroperasi. Tak hanya itu, banyak pihaknya merasa dirugikan, mulai dari pedagang online hingga penjual ikan hias.

Tag: pln listrik indonesia

Bagikan: