Pantun pertama, politikus Partai Golkar menyinggung proses pembentukan kabinet Presiden Joko Widodo periode 2019-2019.
Sekarang ini, Jokowi sebagai pemenang pemilu sedang menggodok susunan menteri di kabinetnya.
Pada prosesnya, partai politik pendukung Jokowi saling klaim berhak mendapatkan jatah dengan jumlah tertentu.
Namun, beberapa waktu lalu, Jokowi sudah mengumumkan kabinetnya akan diisi oleh 34 menteri dengan komposisi 55 persen dari kalangan profesional, dan 45 persen dari kader partai.
Berikut pantun Bambang Soesatyo yang dimaksud:
Bunga pandan tegak berdiri
Lurus disusun tampaklah rapi
Jangan sikut-sikutan berebut menteri
Serahkan saja ke Pak Jokowi
Di pantun keduanya, Bambang menyebut beberapa tempat yang bisa diartikan merujuk ke kantor atau rumah tokoh tertentu. Di pantun ini dia menyebut Teuku Umar, Gondangdia dan Kertanegara.
Jika dikaitkan dengan kondisi politik saat ini, Teuku Umar merupakan alamat kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Lalu, Gondangdia yang merupakan alamat Kantor DPP NasDem. Sedangkan Kertanegara adalah alamat rumah Ketua Umum Partai Gerindra.
Beberapa waktu lalu, ketiga tempat ini menjadi lokasi pertemuan sejumlah tokoh politik.
Di Teuku Umar, Prabowo datang makan siang bersama Megawati. Dalam acara ini, Prabowo diundang ke Kongres PDIP. Banyak kalangan menilai pertemuan ini berkaitan dengan bergabungnya kubu Prabowo dengan pemerintah Jokowi 2019-2024.
Sementara di Gondangdia, Partai NasDem sempat melakukan pertemuan dengan sejumlah ketua umum partai politik pendukung Jokowi di antaranya, PKB, Partai Golkar dan PPP. Namun, PDIP tidak dilibatkan di sana. Mereka mengatakan, pertemuan ini membicarakan kesolidan partai pendukung Jokowi.
Berikut pantun Bambang Soesatyo:
Jalan-jalan ke Teuku Umar
Jangan lupa lewat Gondangdia dan Kertanegara
Walau kadang kita bertengkar
Tetap semangat dan Dirgahayu Indonesia, merdeka!