Sopir Taksi Online Minta Dikecualikan dalam Ganjil-Genap

Tim Editor

Para sopir taksi online menggelar demonstrasi di depan Gedung Balai Kota Jakarta. (Diah/era.id)

Jakarta, era.id - Sejumlah sopir taksi online melakukan unjuk rasa di depan Gedung Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat. Mereka menuntut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memberikan kepastian akses bebas ganjil-genap kepada taksi online

Melihat perencanaan perluasan wilayah ganjiI genap yang saat ini sedang dalam uji coba oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, angkutan umum yang dibebaskan dalam zona ganjil-genap hanya berplat kuning. 

"Hal tersebut sangat memberatkan kami selaku pengemudi transponasi berbasis aplikasi," kata salah satu koordinator aksi, Alifamansyah, saat ditemui di lokasi, Senin (19/8/2019).

Saat ini, perapan sistem ganjil-genap dalam tahap uji coba sampai 6 September. Anies masih belum memberikan kepastian apakah kendaraan roda empat berbasis aplikasi tersebut bakalan bebas atau turut dikenakan pembatasan ganjil-genap.

Pergub mengenai kebijakan perluasan ganjil-genap ini pun belum juga dirampungkan. Oleh karena itu, para pengemudi taksi online ini menuntut Anies mengizinkan mereka beroperasi dalam ganjil-genap, tapi mereka menolak penandaan dengan mengubah Tanda Nomer Kendaraaan Bermotor (TNKB) menjadi plat kuning.

Mereka lebih setuju pembubuhan stiker khusus kepada taksi online yang telah memenuhi persyaratan sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 118/2018. "HaI ini kami usulkan untuk menghindari penyalahgunaan stiker oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan," tutur dia. 



Mumpung Pergubnya belum disahkan, mereka meminta organisasi yang menaungi aspirasi para pengemudi taksi online dilibatkan dalam perumusan ganjil-genap. 

Salah satu perwakilan mereka akhirnya masuk ke dalam gedung Balai Kota untuk bernegosiasi dengan Kepala Dinas Perhubungan Syafrin Liputo. Sambil menunggu, para peserta aksi menyetel lagu-lagu sebagai hiburan. Lagu-lagu pop, daerah, hingga dangdut dimainkan. Terik matahari tak menurunkan niat mereka untuk berjoget bersama. 

Aksi demo ini ternyata mengakibatkan kemacetan di Jalan Medan Merdeka Selatan. Bagaimana tidak, para peserta aksi memarkirkan kendaraan mereka di sepanjang jalan hingga menutup tiga jalur. Dishub dan kepolisian pun turun tangan untuk mengatur lalu lintas.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan sampai merasa perlu naik ke atas mobil komando untuk meminta peserta aksi untuk bersikap kooperatif dalam menyuarakan aspirasinya agar kemacetan tidak menjadi lebih parah. 

"Saya datang dari ujung sana (Tugu Tani) mau masuk ke sini (Balai Kota) sampai satu jam lebih. Kalau saya, Kapolres, udah sering kena macet, tetapi saya mendengar aspirasi dari masyarakat," tutur Harry. 

"Mereka menyampaikan 'ini siapa sih yang bikin macet?' Saya bilang 'Enggak ada yang bikin macet, kebetulan ada yang sedang menyuarakan suara, polisi jaga berdiri dan jaga semua di sini'," tambahnya. 

Negosiasi akhirnya selesai. Di depan massa aksi, Kadishub Syafrin Liputo bilang pihaknya akan menampung aspirasi sopir taksi online untuk dibahas lebih lanjut. 

"Untuk kebijakan ganjil-genap sedang tahap uji coba. Kami sampaikan bahwa pada masa uji coba ini kita menerima masukan dan saran. Seluruh aspirasi ini kami tampung untuk dibahas dalam evaluasi. Komunitas yg ada akan kita undang dalam uji publik nanti," jelas Syafrin. 

Tag: kebijakan ganjil-genap

Bagikan: