Ibu Kota Pindah ke Kaltim, Waspada 'Tuan Thakur'

Tim Editor

Kantor Gubernur Kaltim yang anggun, dilihat dari Sungai Mahakam (Foto: kaltimprov.go.id)

Balikpapan, era.id - Ibu kota Indonesia akan berada di provinsi Kalimantan Timur. Namun, pemerintah belum mengungkapkan lokasi persis di mana ibu kota itu akan dibangun.

Kamis (22/8/2019), Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil mengatakan, pemerintah butuh tanah yang sekitar 200-300 hektare untuk melakukan pembangunan Istana Negara dan kelengkapan pemerintah di sana. 

Pemerintah masih merahasiakan lokasi yang bakal jadi ibu kota ini agar tak ada spekulan tanah alias 'Tuan Thakur'. Tuan Thakur adalah tokoh antagonis atau tokoh jahat di banyak film Bollywood dari India. Tuan Thakur merupakan sosok orang kaya tamak yang punya banyak tanah. Cara dia mendapatkan tanah itu dengan merampasnya dari orang miskin. 

Dilansir Antara, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor melihat celah ini. Dia mengaku sudah punya trik untuk menghalang Tuan Thakur menguasai tanah di wilayahnya. 

Dia akan membuat Peraturan Gubernur (Pergub) yang diikuti penyusunan Peraturan Daerah (Perda) tentang penataan kawasan khusus nonkomersial. 

Pergub atau Perda itu akan mengatur secara rinci hal-hal berkenaan dengan pengadaan tanah dan lain-lain yang diperlukan. Aturan ini akan membuat tuan thakur tak berkutik dan memanfaatkan banyak tanah untuk dijual dengan harga yang mahal.

"Kalau ada Tuan Thakur maka tidak akan hidup dia. Semua akan diatur dalam regulasi itu secara rinci," kata dia.

Dalam kajian yang dibuat oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kaltim memenuhi syarat sebagai Ibu Kota. Sebab, dekat dengan kota yang sudah ada untuk menghemat biaya investasi, dekat dengan fasilitas pelabuhan dan bandar udara. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo pernah mengunjungi Provinsi Kaltim pada Mei 2019, yaitu Bukit Soeharto di Semboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim. Kunjungan ini disebut-sebut sebagai peninjauan Jokowi untuk lokasi pemindahan ibu kota.

Sementara itu, pemerintah menganggarkan 33 miliar dolar AS atau setara dengan Rp446 triliun untuk proyek pembangunan ibu kota baru. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun infrastruktur dasar kota dan berbagai kelengkapannya.

Tag: ibu kota pindah

Bagikan: