Tak Lagi Jadi Ibu Kota, Jakarta Masih Tetap Eksis 

Tim Editor

Indonesia International Property Expo 2019 (Mery/era.id)

Jakarta, era.id - Ditinggalkannya pusat pemerintahan dari Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim), tak akan membuat bisnis properti di Jakarta sepi atau ditinggal penghuninya. Alih-alih sepi, properti Jakarta justru diprediksi akan tumbuh makin pesat.

Wakil Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI), Hari Ganie meyakini, bahwa Jakarta akan tetap eksis untuk bisnis properti. Lantaran Jakarta bisa tertata lebih tertib, dan jadi potensi yang sangat baik penduduk kota metropolitan itu.

“Jakarta itu punya aset, fungsi kota, jasa industri keuangan, dan pariwisata, jadi yang ditarik keluar cuma satu, pusat pemerintahan. Jadi Jakarta akan tetap eksis. Pasar properti juga akan tetap bagus dan berkembang,” kata Hari, dalam acara Indonesia International Property Expo 2019, di Jakarta Convention Center, Senayan, Sabtu (21/9/2019).

Menurut Hari, pada saat pemerintah memutuskan ibu kota negara pindah ke Kalimantan Timur, Jakarta telah berkembang dengan banyaknya proyek-proyek infrastruktur secara masif. Sehingga masih layak untuk disebut sebagai ‘urban regeneration Jakarta’.

Di mana proyek pembangunan MRT, LRT terus dikebut serta ditingkatkan pelayanannya. Belum lagi adanya proyek perumahan subsidi untu masyarakat, sehingga masih banyak program yang tetap berjalan untuk membangun infrastruktur di Jakarta.

“Jadi properti kita, properti-properti seperti residensial, baik yang landed mungkin ke depan akan banyak apartemen, office akan tetap bagaimanapun. Selama Jakarta masih tetap menjadi fungsi-fungsi yang lainnya, Jakarta (akan) berkembang, office tetap menarik untuk para retail,” ucapnya.

Karena itu, kata Hari, pengusaha properti harus tetap optimis sekali pun rencana pemindahan ibu kota tetap dilakukan. “Memang kita harus lebih kreatif dan inovatif membuat prodak baru di Jakarta, untuk mengisi perpindahan fungsi pemerintah tadi,” jelasnya.



Hari meyakini, kalau Jakarta akan tetap eksis dan berkembang lebih baik untuk bisnis properti. Dirinya berkaca dari pengalaman negara-negara tetangga yang juga pernah memindahkan pusat pemerintahan ke kota lain, seperti contohnya Australia.

“Pengalaman di negara lain, kota-kota eks ibu kota yang dipindahkan fungsi pemerintahannya itu mereka tetap eksis, tetap bertumbuh, dan berkembang. Bahkan jauh lebih baik, lebih nyaman, karena bisa dilakukan pembenahan, penataan permasalahan kemacetan, polusi, banjir dan segala macam, jadi lebih baik,” ucapnya.

Menurut Hari, Australia menjadi negara yang berhasil membuat eks ibu kota negaranya yakni Melbroune berkembang menjadi kota ternyaman di dunia. Setelah pusat pemerintahannya dipindahkan ke Canberra.

“Dengan dia jadi the most reliable city, harga-harga properti di sana menjadi lebih mahal. Karena mereka retingnya lebih tinggi gitu,” ucapnya.


 

Tag: properti ibu kota pindah becak di jakarta

Bagikan: