Dalam wawancara dengan stasiun TV SBS Australia, Benny Wenda mengaku sedang berada di New York untuk mengupayakan jalan agar Komisioner Tinggi HAM PBB berkunjung ke Papua Barat untuk melihat sendiri keadaan di wilayah tersebut.
"Pesan saya ke masyarakat internasional, kami sangat membutuhkan pasukan penjaga perdamaian PBB untuk masuk ke Papua," ujar Benny Wenda, pemimpin sayap politik Gerakan Papua Merdeka ULMWP, dikutip dari ABC, Kamis (26/9/2019).
Benny menyoroti kerusuhan yang kembali terjadi di Papua, salah satunya tragedi berdarah di Wamena yang dipicu oleh hoaks. Aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan itu telah menyebabkan sedikitnya 32 orang meninggal dunia, kebanyakan korban adalah pendatang.
Baca Juga: Mencari Tahu Peran Benny Wenda dalam Kerusuhan Papua
-
Sembilan WNI yang Ditahan Israel Segera Bebas, Menlu: Terima Kasih Pemerintah Turki
21 May 2026 20:311 -
2
-
Peringatan Hari Reformasi, Koalisi Sipil Soroti Ancaman Demokrasi Akibat Menguatnya Militerisme
21 May 2026 20:143 -
4
-
5