Mengenal Sellha Purba si Pasukan Oranye yang Sempat Viral

Tim Editor

Sellha Purba, petugas PPSU yang sempat viral di media sosial (Foto: Istimewa)

Jakarta, era.id - Mari berkenalan dengan Sellha Purba, wanita berparas cantik yang berprofesi sebagai petugas Penanganan Prasaran dan Sarana Umum (PPSU) atau yang dikenal dengan istilah pasukan oranye. Sosoknya sempat meramaikan jagat media sosial karena kecantikan.

Beberapa waktu lalu, perempuan 21 tahun itu jadi pusat perhatian warganet lantaran dinilai pekerjaannya sebagai 'tukang bersih-bersih jalan' tak cocok dengan paras cantiknya.

Apalagi, perempuan asal Medan, Sumatera Utara itu pernah menjuarai ajang kecantikan pada saat remaja. Meski demikian, namanya sempat meredup dan tak lagi diperbincangkan.

Hingga akhirnya, wanita yang bertugas di Kelurahan Kelapa Gading Timur itu mengalami musibah. Sellha panggilan akrabnya, mengalami kecelakaan lantaran ditabrak oleh pengendara sepeda motor, pada Selasa 25 Juni 2019, sekitar pukul 05.30 WIB. Cerita ini jadi perhatian publik saat itu.

Kecelakaan tersebut terjadi ketika Sellha bertugas menyapu sampah-sampah di pinggiran jalan sekitaran kawasan Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara.

Singkat cerita, tubuh Sellha mendapat beberapa luka yang cukup parah akibat peristiwa itu. Bahkan, ia harus menjalani serangkaian perawatan untuk memulihkan tubuhnya dari luka yang diderita.

Dia mendapatkan memar pada kepala belakang dan kanan, kuping kanan sobek, serta lecet di hidung. Awalnya, luka ini dianggap biasa saja, tapi ternyata cukup serius. 

Kepada era.id, Rabu (2/10/2019), Sellha bercerita, pada mulanya rekan dan keluarga tak menyangka bahwa luka pada bagian kepalanya itu sangat serius. Sebab, secara kasat mata, luka yang didapat karena hantaman itu tak terlihat parah.

Usai kecelakaan itu, dia hanya dibawa ke puskesmas terdekat dengan tujuan secepatnya mendapat pengobatan. Namun, perawat puskesmas Kelapa Gading angkat tangan untuk mengobatinya dan langsung merujuk ke rumah sakit lain.

"Awalnya dibawa ke puskesmas Kelapa Gading, langsung dirujuk ke Rumah Sakit Koja," katanya.


Sellha Purba, petugas PPSU yang sempat viral di media sosial (Foto: Istimewa)

Dari rumah sakit itulah, luka di kepalanya diketahui cukup berbahaya. Takutnya, luka itu akan mengganggu syaraf yang berada di kepalanya. Dokter yang menangani Sellha mengatakan, memar di kepalanya merupakan penyumbatan pembuluh darah sehingga terjadi penggumpalan. Dia mesti menjalani serangkaian operasi agar memulihkan kepalanya itu. 

"Awalnya saat dirontgen itu cuma kelihatan putih-putih banyak, terus dokter bilang harus dioperasi," ucapnya.

Sellha tak tahu berapa lama tim dokter berupaya membuang gumpalan darah itu. Dia bercerita, baru tersadar ketika serangkaian operasi rampung dan dirinya telah berada di kamar Intensive Care Unit (ICU).

Meski proses operasi disebut berjalan lancar, bukan berarti Sellha langsung diperbolehkan pulang. Dia harus dirawat selama dua pekan untuk memulihkan kondisinya. 

Masalah biaya pengobatan

Meski pada awalnya bingung soal biaya pengobatan, Sellha dapat bernafas lega. Sebab, harganya cukup banyak. Untungnya, pengobatannya itu telah ditanggung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Jasa Marga. 

"Semuanya biaya ditanggung, mungkin karena gubernur sudah tahu kalau saya kecelakan dan itu juga karena media," katanya

Sellha tak tahu pasti berapa jumlah biaya pengobatannya. Yang dia tahu hanya ketika dipindahkan dari ruang ICU ke kamar inap. Sebab, samar-sama terdengar suara yang menyebut untuk menjalani rawat inap memberikan biaya jutaan rupiah. 

"Tidak tahu pasti (biaya), cuma sempat dengar pindah kamar inap itu Rp4 juta," cetusnya.

Proses hukum terus berjalan

Kini, kondisi tubuh Sellha membaik. Namun, belum lama keluar dari rumah sakit, tiba-tiba ia didatangi beberapa orang tak dikenal. Ternyata mereka adalah keluarga dari Anang Dwi Prasetyo, yang merupakan pengendara sepeda motor yang telah menabraknya.

Dari pertemuan itu, Sellha sepakat mencabut laporan polisi atas kasus tabrakan ini. Anang memang sudah jadi tersangka dengan tuduhan kelalaian dalam berkendara. Namun, Sellha sempat bingung, sebab dia tak pernah melaporkan kasus ini ke polisi.

"Saya, keluarga ataupun rekan kerja saya tidak pernah laporan. Saya juga bingung kenapa bisa ada laporan polisi," ungkapnya.

Hingga akhinya, Sellha dan keluarga dari tersangka sepakat untuk mendatangi kantor polisi untuk meminta menghentikan kasus itu dan menyelesaikannya secara kekeluargaan.

Setelah bertemu dengan pihak kepolisian, ternyata kasus tetap berjalan lantaran temuan polisi atau laporan model A, yang artinya bisa ditindak tanpa ada laporan atau berdasarkan temuan polisi.

"Itu (laporan) tidak bisa dicabut karena katanya temuan polisi dan semua (media) sudah tahu jadi tetap berjalan," kata Sellha.

Hasil pertemuan dengan polisi itu, membuat Sellha tak lagi bisa berbuat apa-apa. Wanita itu mengatakan dalam sesungguhnya telah memaafkan semua apa yang telah terjadi.

Sellha terenyuh ketika keluarga dari tersangka berkali-kali menemuinya dengan tujuan yang sama, yaitu berdamai. Apalagi, Sellha menduga Anang adalah orang yang tak mampu, setelah melihat penampilannya.

"Sudah beberapat kali datang menemui saya, mereka (keluarga tersangka) sama seperti saya, orang tidak mampu. Makanya saya mau memaafkannya," ucap Sellha.

Tag: pasukan oranye viral anak nonton porno pemprov dki jakarta

Bagikan: