Sepucuk Surat Einstein yang Membawa Dunia pada Era Nuklir

| 11 Oct 2019 19:44
Sepucuk Surat Einstein yang Membawa Dunia pada Era Nuklir
Albert Einstein (Wikimedia)

Jakarta, era.id - Hasil temuan terbaru fisikawan Enrico Fermi dan Leo Szilard dalam bidang reaksi nuklir berantai di tahun 1933, mendorong ilmuwan kondang Albert Einstein untuk menindaklanjuti temuan tersebut. Karena membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit, Einstein lalu berkirim surat kepada Presiden Amerika Serikat Franklin D Roosevelt pada hari ini 11 Oktober 80 tahun lalu (1939) untuk menindaklanjuti penemuan yang berpotensi dalam pengembangan bom jenis baru: bom nuklir/atom. Einstein yang merupakan seorang pasifis --pecinta damai-- itu pada gilirannya membawa dunia dalam era nuklir. 

Dalam kurun empat bulan sebelumnya, hasil dari buah pikir para ilmuwan tersebut menciptakan sebuah inovasi yang berhasil merumuskan cara untuk membuat sebuah reaksi nuklir berantai (nuclear chain reaction) dalam skala besar. Hal itu yang nantinya dapat menciptakan kekuatan besar dan menghasilkan elemen radium baru dalam jumlah besar. 

"Fenomena baru ini juga akan mengarah pada pembangunan bom, dan bisa dibayangkan --meskipun belum pasti-- bahwa bom jenis baru yang sangat kuat dapat dibangun," tulis Einstein dalam suratnya tersebut.

Dua paragraf lagi dalam surat tersebut menguraikan langkah-langkah yang perlu diambil untuk mempercepat penelitian uranium. Di bagian akhir, surat itu mencatatatkan sebuah peringatan bahwa penjualan uraninum telah dihentikan di Cekoslowakia, salah satu wilayah yang mengandung mineral uranium dengan kuantitas dan kualitas yang baik. Einstein juga membocorkan rahasia, penelitian serupa sedang diupayakan Jerman --kala itu di bawah kuasa Adolf Hitler. 

Einstein sebetulnya tidak pernah menduga bahwa ia akan menulis surat seperti itu. Terlepas dari fakta bahwa ia adalah seorang pasifis, ia tak percaya bahwa energi dari atom akan benar-benar diciptakan. Bahkan ketika neutron dalam atom baru ditemukan pada tahun 1932 ia sempat mengatakan "tidak ada indikasi sedikitpun bahwa energi itu bisa diperoleh. Artinya atom jangan sampai dipecahkan sesuka hati," katanya seperti ditulis The New York Times.  

Namun harapan Einstein itu sirna, pada 1938 dua ilmuwan Jerman berhasil membagi atom uranium menjadi dua. Mereka segara membuat cetak biru penemuan mereka pada akhir Januari 1939. Kabar itu kemudian sampai di Amerika Serikat. Praktis fisikawan AS dengan cepat menandingi eksperimen mereka. Setelah mendengar kabar tersebut, Einstein ketakutan. Karena saat itu Jerman sedang kuat-kuatnya berada di bawah kekuasaan Hitler. Ketakutan Einstein sudah ada sebelum kekuasaan Nazi menyapu tanah kelahirannya. 

Einstein dan fisikawan Niels Bohr berpandangan bahwa mereka tidak mendukung adanya penelitian soal fisi uranium --pengetahuan yang nantinya melahirkan bom atom. Para ilmuwan khawatir dengan kemajuan ilmuwan Jerman. Mereka khawatir bila Hitler mendapatkan bom atom terlebih dahulu, ia akan memiliki senjata super untuk meningkatkan dominasi kekuatannya di dunia. 

Atas dasar itu, akhirnya para ilmuwan yang khawatir seperti Enrico Fermi dan Leo Szilard mencari Einstein untuk mengajukan permohonan bantuan kepada Presiden AS untuk membantu mereka mengembangkan penelitian uraniumnya.  Langkah mereka tepat karena Einstein sebagai ilmuwan paling terkenal di dunia, namanya akan dihormati apabila ia menandatangani permohonan kepada Presiden. 

Einstein telah bertemu Roosevelt dan faktanya ia menjadi tamu semalam di Gedung Putih. Akhirnya, sebagai penulis teori relativitas yang menghubungkan massa dan energi yang dapat dilacak oleh semua perkembangan atom, Einstein adalah orang yang logis untuk mengambil inisiatif.

Atas peringatan yang didorong oleh para ilmuwan tersebut --termasuk Einstein, Amerika akhirnya mulai menggencarkan penelitian mereka dalam bidang pembelahan uranium. Dari beberapa penelitian, akhirnya dibangunlah proyek manhattan atau Manhattan Engineering District yang bertujuan untuk mengembangkan bom atom pertama.


Bom Nagasaki (Wikimedia)


Dosa itu disadari sang jenius

Bergulirnya proyek pembuatan bom nuklir ternyata tidak sesuai dengan yang Einstein harapkan. Amerika pada akhirnya tidak menggunakan bom atom itu untuk melawan Jerman. Proyek Manhattan menghasilkan rancangan, produksi dan peledakan dari tiga bom nuklir pada 1945. Yang pertama, menggunakan plutonium dibuat di Hanford, diuji coba pada 16 Juli di Situs Trinity, tes nuklir pertama dunia, dekat Alamogordo, New Mexico. Yang kedua, bom uranium disebut Little Boy diledakkan pada 6 Agustus di Kota Hiroshima, Jepang. Yang ketiga, bom plutonium disebut Fat Man, diledakkan pada 9 Agustus di atas Kota Nagasaki, Jepang.

Bom atom Hiroshima dan Nagasaki menjadi saksi kedahsyatan bom dengan masing-masing berkekuatan 13 dan 21 kiloton. Ledakan itu menghancurkan kedua kota dan menewaskan sekitar 200 ribu orang seketika. Setelah mengetahui pengeboman Hiroshima itu, Einsten kemudian mengutarakan kekecewaannya. "Saya dapat membakar tangan saya karena menulis surat kepada Roosevelt."

Namun nasi sudah menjadi bubur. Einstein secara tidak langsung menjadi pembuka gerbang dimulainya era nuklir di dunia. Setelah Amerika berhasil menciptakan teknologi persenjataan nuklir, awalnya mereka ingin memonopoli teknologi tersebut. Namun rahasia pembuatan dan proses nuklir kemudian tersebar dengan cepat. Empat tahun setelah AS menjatuhkan dua bom atom di Jepang, tepatnya 1949, Uni Soviet melakukan uji coba ledakan nuklir pertamanya.

Setelah Rusia, negara ketiga yang mengembangkan teknologi nuklir adalah Perancis. Pembuatan teknologi nuklir lalu diikuti oleh negara Cina, Inggris, Pakistan, Israel, dan Korea Utara. Makin banyak negara yang memproduksi nuklir, dibuatlah perjanjian Nonpoliferasi Nuklir (NPT) pada 1968 dan Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir Komperehensif (CTBT) pada 1996. Perjanjian yang sejatinya hanya bom waktu bagi kehancuran dunia.

Rekomendasi