Menyambangi Penjual Pajangan Ikonik di Depan Kelas: Foto Presiden dan Wakil Presiden

Tim Editor

Pedagan foto Jokowi-Maruf, Fattur (Foto-Foto: era.id)

Jakarta, era.id - Pria itu tampak sibuk memasukkan foto Presiden Joko Widodo ke dalam figura kecil di samping toko miliknya. Panas matahari siang yang begitu menyengat kulit tak ia pedulikan. Setelah memasukkan foto Jokowi ke dalam figura, ia kemudian membersihkan figura itu. Selanjutnya, ia melanjutkan pekerjaan memasang foto Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin. Fatturahman, nama pria itu. Ia adalah salah satu orang yang paling bertanggung jawab pada memori kita di sekolah, tentang pajangan foto presiden dan wakil presiden di muka kelas.

Fattur menyebut sudah berjualan foto presiden dan wakil presiden sejak 28 tahun lalu. Sembari melakukan pekerjaannya, dia menjelaskan berbagai ukuran foto presiden dan wakil presiden. "Ini ada yang paling kecil ukurannya 23x35, harganya Rp150 ribu. 30x40 itu harganya Rp250 ribu, sama yang paling gede harganya Rp900 ribu. Satu set, presiden sama wakil presidennya," kata Fatturahman di kios tempat dia berjualan, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (17/10/2019).

Tak sulit menemukan toko milik Fattur. Tokonya terletak di dekat gapura Pasar Baru, di antara penjual makanan dan minuman. Tokonya juga cukup mencolok karena dipenuhi dengan foto Jokowi dan Ma'ruf Amin. Dalam satu hari, Fattur mengaku bisa memperoleh omzet hingga Rp2 juta hanya dari berjualan foto presiden dan wakil presiden. Yang terbesar, Fattur pernah meraih omzet harian hingga belasan juta.

"Pernah juga saya dapat omset Rp12 juta cuma dari jualan foto ini aja. Waktu itu, ada orang borong satu set banyak banget. Katanya sih buat sekolahan sama aula gitu ya kalau enggak salah," ungkap dia.


Fattur saat menggelar dagangannya (Tsa Tsia/era.id)


Bukan foto asli

Pria berusia 43 tahun ini bilang, dia sudah menjual foto-foto Presiden Joko Widodo dan wakilnya Ma'ruf Amin sejak Jokowi terpilih sebagai presiden pemenang Pilpres 2019. Foto yang dijualnya itu juga diakuinya bukan foto resmi atau yang asli dikeluarkan oleh Kementerian Sekretariat Negara.

"Namanya juga orang dagang, kalau nungguin yang resmi mah lama. Setelah pelantikan kan biasanya, kan enggak mungkin kita nungguin yang resmi ... Ibaratnya ini KW-1 nya, lah. Kalau nunggu yang asli mah lama, lagian juga enggak terlalu beda kan sama yang aslinya," kata Fattur.

Menurut Fattur, tak ada perbedaan besar antara cetakan foto dari sumber resmi dengan foto yang ia gunakan. "Paling kan kalau yang saya jual ini agak pecah dikit gambarnya. Sama kualitas kertasnya aja. Kalau yang resmi mungkin lebih tebal. Kalau yang saya pakai ini kan tipis. Itu saja bedanya. Lainnya mah sama," jelas Fattur.


Dagangan Fattur


Bukannya tak mampu menghadirkan foto yang asli. Kata Fattur, ia tetap menerima pesanan foto dengan kualitas asli dengan catatan foto itu baru bisa tersedia di bulan November atau Desember. Harganya pun lebih mahal, bisa mencapai Rp400 ribu untuk ukuran terkecil.

Selain menjual foto yang mirip dengan milik Kemensesneg, Fattur juga menjual foto yang merupakan hasil scan atau dia yang ibaratkan dengan foto KW-2. Menurut Fattur, foto KW-2 ini biasanya gambarnya pecah dan berbeda dengan foto dari sumber resmi. Dengan kualitas pas-pasan, biasanya foto hasil scan ia jual dengan harga Rp100 ribu per set.

"Pengalaman saya sih, orang enggak terlalu mentingin asli atau enggaknya. Penting, sih. Gambarnya bagus. Enggak pecah-pecah. Tapi, kalau orang kantor, kementerian, ya enggak mau. Pasti nyarinya yang asli benar. Tapi kan mahal, ya," tutur Fattur.


Sempat didatangi Jokowi


Foto Fattur dan Jokowi

Di hadapan Fattur nampak tiga buah foto yang menarik perhatian kami. Pertama adalah foto Jokowi tengah menandatangani figura yang berisi fotonya. Kedua adalah foto Fattur dan Jokowi. Yang ketiga adalah foto Fattur bersama Kapolres Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan.

Senyum merekah dari bibir Fattur kala menceritakan kunjungan Jokowi ambil tersenyum kala menceritakan kunjungan Jokowi. "Iya, waktu bulan Juli 2019. Datang Pak Jokowi ke sini. Saya awalnya mah cuek kan. Tahu-tahu, didatangi Paspampres, dibilang Pak Jokowi mau ke sini," katanya.

Kepada Fattur, Jokowi sempat mengungkap kebingungannya. Bagaimana bisa ia menjual foto dirinya dan Ma'ruf, padahal Kemensesneg sendiri belum menerbitkan foto resmi presiden dan wakil presiden terpilih.

"Pak Jokowi sempat bingung, kok sudah ada yang jualan foto ini. Tapi, ya enggak marah. Enggak apa kan kita jualan," kata Fattur.

Akhirnya, Jokowi malah menandatangani satu figura besar berisi fotonya. Benda istimewa itu pun disimpan Fathur di dalam tokonya. "Ada yang mau beli. Harganya tinggi banget. Tapi, saya simpan sajalah. Buat kenang-kenangan. Besok-besok kan belum tentu lagi dapat tandatangan Pak Presiden," ungkap Fathur sambil tersenyum.

Setelah didatangi Jokowi dan sempat diberitakan oleh media nasional, Fattur merasa senang sebab toko miliknya itu kini tambah ramai. Bahkan dia bercerita, ada pembelinya yang berasal dari Papua dan datang hanya untuk memborong dagangannya. "Tambah ramai, Alhamdulillah. Toko yang di sini sama online ramai terus. Saya kan juga buka toko online nih," tutupnya.

Tag: fitur

Bagikan: