Keterlibatan Anak Abu Rara dan Sepekan Penindakan Terorisme

Tim Editor

Ilustrasi polisi (era.id)

Jakarta, era.id - Fakta baru muncul terkait insiden penusukan Menko Polhukam, Wiranto, yang terjadi di wilayah Pandeglang, Banten, beberapa waktu lalu. 

Dua orang pelaku yang merupakan suami istri, Abu Rara dan Fitria Adriana, juga melibatkan anaknya yang berusia 14 tahun untuk menyerang aparat dengan senjata tajam. 

Hanya saja, bocah itu pun tak mengindahkan perintah orangt uanya lantaran diselimuti rasa takut. Sehingga, penyerangan itu dilakukan kedua orang tuanya, hanya Abu Rara dan Fitria. 

"Anaknya mengurungkan niatnya karena anaknya tidak berani. Yang berani itu adalah Abu Rara sendiri dan istrinya," ucap Karo Penmas DivHumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Kamis (17/10).

Dengan fakta baru itu, Abu Rara akan dijerat Pasal tambahan atau sanksi yang lebih berat selain aksi terorisme lantaran dengan sengaja melibatkan anak dalam aksi penyerangan yang melukai empat orang itu. Hukumannya akan ditambah sepertiga dari hukuman yang dijatuhkan.

"Abu Rara ini nanti akan dikenakan sanksi pidana yang jauh lebih berat. Tambahan sepertiga hukuman sesuai UU tahun  2016, karena apa karena dia memerintahkan mempengaruhi anak di bawah umur untuk melakukan serangan atau aksi terorisme," papar Dedi.

Sepekan puluhan teroris ditangkap

Rentetan penangkapan pelaku terduga teroris terjadi usai terjadinya insiden penusukan terhadap Menko Polhukam, Wiranto. Selama kurang lebih sepekan, sekitar 40 pelaku teroris berhasil ditangkap di beberapa wilayah.

Yang teranyar, empat orang yang masuk dalam jaringan Jamaah Ansharut Daullah (JAD) yakni, A alias Aulia alias Gondrong, W, OA, dan A berhasil ditangkap di wilayah berbeda yakni, Cirebon, Bekasi, dan Bandung.

"Di Bandung ditangkap inisial OA, kemudian di Cirebon inisial W dan A, dan di Bekasi atas nama A alias Aulia alias Gondrong," kata Dedi.

Bahkan, keempat terduga teroris itu disebut telah merencanakan aksi amaliyah yamg menargetkan tempat ibadah dan Markas Kepolisian (Mako). Selain itu, dari pemeriksaan sementara dikatakan bahwa mereka terkoneksi dengan kelompok terorisme lainnya lantaran ditemukannya bukti komunikasi.

Salah satunya yakni, Aulia alias Gondrong, sosoknya disebut merupakan memiliki keterkaitan dengan kelompok yang dipimpin oleh Abu Zee, pimpinan JAD Bekasi Dari penangkapan itu juga ditemukan bom dengan daya ledak tinggi yang sebelumnya dipersiapkan oleh para terduga teroris itu.

"Mereka telah menyiapkan bom rakitan dengan daya ledak high eksplosive," ungkap Dedi.


Ilustrasi polisi (era.id)

Berikut rincian penangkapan 36 terduga teroris lainnya :

1. Wilayah Pandeglang: Syahrial Alamsyah, Fitri Andriana dan Ratu Ayu.
2. Wilayah Bali: Ahmad Taufiqurrahman dan Zafiq Ali Ibrahim.
3. Wilayah Manado: Syamsudin alias Jack Sparrow.
4. Wilayah Cengkareng: Taufik Hidayat dan Devi Rusdiwarni.
5. Wilayah Bandung: Wahyu Budi Nugraha, Nurdin, Adi Ali Sapari, Juju jurharyanti, Muhammad Nur Alinudin, Dendi Permana, Rizal Fathurrahman.
6. Wilayah Jambi: Rohis.
7. Wilayah Cirebon: Yusuf Firdaus, Beni Asri, Bridalul Fajri, Lufi Trioni dan Susanto, total lima orang.
8. Wilayah Lampung: Noval, Aul Putra, Tri Haryono, Yunus, M Rifki, Ubaidira, total enam orang.
9. Wilayah Poso: Awaludin
10. Jawa Tengah: Trisyono, Ma'rifah Hasanah, Abdul Karim dan Jaelani Ahmad Sarwani dan Pangerudin Abdul Aziz. 
11. Wilayah Jawa Timur: Rizky Kurniawan dan Anisa Primahapsa.

Dua Polwan terpapar radikalisme

Dari puluhan terduga teroris yang telah diamankan, dua diantaranya menarik perhatian. Sebab mereka merupakan wanita yang bekerja sebagai anggota kepolisian atau Polwan. Keduanya disebut terpapar paham radikalisme dan juga diduga terlibat dalam aksi teror.

Berdasarkan informasi dua polwan itu ditangkap di wilayah Yogyakarta. Namun, Polri belum mengungkap identitas dua Polwan tersebut.

Dengan adanya keterlibatan dua anggota Polwan itu, Polri menyebut bahwa institusinya telah disusupi jaringan terorisme. Sehingga, akan segera dilakulan introspeksi internal soal kondisi tersebut.

"Pasca-ditangkapnya Abu Rara di Pandeglang ada 36 orang kami tangkap, termasuk 2 polwan, Polri intropeksi ke dalam dan akan meningkatkan pengawasan internal karena kami sudah disusupi," ucap Kasih Humas Polri Irjen Pol Muhammar Iqbal, Rabu (16/10/2019).

Nantinya, kedua polwan yang terpapar itu akan diberikan sanksi. Dikatakan, kemungkinan sanksi yang dj srukan mulai dari pembinaan hingga pemecatan. Selain itu, tekait dengan proses hukum yang akan dijalani oleh keduanya itu akan sesuai dengan prosedur hukum seperti masyarakat lainnya.

"Bisa kami bina, tapi bisa kita pecat bukan untuk aksi terorisnya. Karena di negara kita aksi terorisme di peradilan walaupun dia teroris kita selesaikan di peradilan," tegas Iqbal.

Lebih jauh, Iqbal juga menyebut bahwa Polri akan mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam perkara itu dan terkait dengan pemecatan tetap bisa dilakukan dengan dasar pelanggaran disiplin Polri.

"Asas praduga tak bersalah tetap kita usung. Mereka akan dipecat atas pelanggaran disiplin dan kode etik kepolisian," pungkasnya.

Tag: teroris polri wiranto teror bom di as

Bagikan: