Sekitar 740 ribu orang etnis Rohingya telah melarikan diri dari negara bagian Rakhine di Myanmar pada tahun itu, karena menghadapi operasi pembersihan yang dilakukan oleh pasukan militer. Para pengungsi menuduh aparat keamanan Myanmar dan kelompok militan radikal Buddha membakar desa-desa mereka. Mereka bergabung bersama 200 ribu pengungsi lainnya yang sudah ada di kamp pengungsi Cox's Bazar di Bangladesh.
Para penyelidik PBB menilai, operasi militer Myanmar termasuk dalam pembunuhan massal, pemerkosaan, dan pembakaran yang meluas dengan niat genosida. Organisasi itu juga mendefinisikan Rohingya sebagai minoritas agama dan bahasa dari Myanmar barat dan salah satu dari minoritas yang paling dipersekusi atau paling mendapat perlakuan buruk di dunia.
Negara tetangga Bangladesh sudah menerima ratusan ribu pengungsi dari Myanmar dan tak mampu lagi menampung mereka. Pemerintah Bangladesh telah berkali-kali berupaya untuk memindahkan sekitar 100 ribuan warga Rohingya dari kamp pengungsian. Pemindahan tersebut dianggap perlu dilakukan karena kamp-kamp pengungsian di perbatasan yang sudah semakin penuh sesak.
-
Tasya Farasya Minta Maaf Usai Dituding Putus Rezeki Konten Kreator 'Halo Kakak', Akui Tidak Bijak
02 Mar 2026 15:341 -
Misteri Kematian Anak Gajah di Tesso Nilo, Pemilik Lahan Jadi Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
03 Mar 2026 11:002 -
Iran Tolak Negosiasi dengan Amerika Serikat, Sebut Trump Mulai Panik
02 Mar 2026 16:023 -
Iran Surati DK PBB Soal Serangan AS dan Israel, Desak Langkah Konkret
02 Mar 2026 19:264 -
Prabowo Punya Niat Mediasi AS dan Iran, JK Ingatkan Ada Perjanjian Dagang Tidak Seimbang
02 Mar 2026 17:055