Akhir Karier Selir Sineenat di Kerajaan Thailand

Tim Editor

Sineenat Wongvajirapakdi. (Thai Royal Office)

Jakarta, era.id - Baru dua bulan lebih merasakan gelar bangsawan, kini selir Raja Thailand harus rela menanggalkan semua penghargaan kehormatannya. Sineenat Wongvajirapakdi dituduh tak setia kepada Raja Maha Vajiralongkorn.

Perempuan yang akrab disapa Koi itu sebelumnya dianugerahi gelar Chao Khun Phra saat ulang tahun Raja Vajiralongkorn pada Juli lalu. Pemberian Royal Noble Consort atau selir terhormat kerajaan itu menjadi yang pertama dalam 100 tahun terakhir.

Lahir pada 26 Januari 1985 di utara Provinsi Nan, Sineenat lulus dari Royal Thai Army Nursing College pada usia 23 tahun. Ia kemudian melebarkan sayap menjadi pilot di Thailand dan luar negeri, serta bertugas menjadi pengawal kerajaan. Pada Mei lalu ia bahkan dianugerahi pangkat mayor jenderal.

Sineenat diangkat menjadi selir terhormat setelah dua bulan lalu Raja Vajiralongkorn menikahi Ratu Suhida Tidjai, istri sah keempat raja. Beberapa hari setelah pemberian gelar itu, Istana merilis foto-foto Sineenat yang mengenakan seragam tempur sedang beraksi dengan senjatanya, menerbangkan pesawat jet, bersiap terjun payung, hingga kebersamaan dengan Raja Vajiralongkorn.

Foto-foto yang diunggah di laman resmi Kerajaan itu menunjukkan perasaan yang intim antar Sineenat dengan Raja Thailand dalam kehidupan pribadinya yang dikenal sebagai Rama X dari Dinasti Chakri. Karena pengumuman itu menghebohkan, terutama status sebagai selir dalam 100 tahun terakhir, membuat situs itu mengalami masalah teknis.

Penyebab sebenarnya dari pengangkatan Sineenat sebagai permaisuri mungkin tidak akan pernah dipublikasikan, mengingat kerahasiaan yang menyelubungi urusan istana di Thailand. Hukum lese-majeste negara melarang penghinaan terhadap monarki dan termasuk yang paling keras di dunia.

Baca Juga: Pemantik Api dalam Demo Besar Hong Kong
 

Dilucuti semua gelarnya
 

Tetapi secara mendadak, Kerajaan Thailand mengumumkan mencopot semua gelar kehormatan. Termasuk sebagai selir karena dianggap tak setia dan tak tahu berterima kasih pada Raja Vajiralongkorn. Bukan hanya itu, Kerjaaan menyebut bahwa Sineenat juga menentang penunjukkan Ratu Suthida sebagai permaisuri demi ambisi pribadinya.

Pengumuman pencopotan gelar Sineenat ini dirilis di Royal Gazette pada Senin (21/10). Langkah Kerajaan ini menandai jatuhnya posisi Sineenat dari yang terhormat sebagai permaisuri kerajaan.

"Tindakan Sineenat menunjukkan dirinya tak memberi hormat kepada raja dan tak mengerti tradisi kerajaan. Tindakannya juga dilakukan untuk kepentingannya sendiri," demikian bunyi pernyataan Kerajaan, dikutip Al Jazeera, Selasa (22/10/2019). Kerajaan juga menambahkan bahwa Sineenat berusaha meningkatkan posisinya hingga sama dengan Ratu Suthida.

Perilaku Sineenat dianggap tak menghormati Yang Mulia dan menyebabkan perpecahan di antara para abdi dalam dan kesalapahaman di antara orang-orang di Istana. Menurut pernyataan itu, Raja memahami bahwa Sineenat tidak bersyukur atas gelar yang diberikan kepadanya, dan dia juga tidak berperilaku sesuai dengan statusnya.

"Beliau (Raja Vajiralongkorn) memerintahkannya melepaskan semua gelar kerajaan, dekorasi, status dalam penjaga kerajaan, dan pangkat militernya". 

Baca Juga: Pangeran Hisahito yang Mengemban Kekaisaran Jepang

Kasus yang sama

Dikutip dari BBC, pelucutan gelar kehormatan Sineenat mengingtakan pada kasus yang sama pada dua mantan istri Raja. Raja Maha Vajiralongkorn sendiri memiliki empat istri. Pertama adalah Puteri Soamsawali dari tahun 1977 hingga 1993, Yuvadhida Polpraserth dari 1994 hingga 1996, Srirasmi Suwadee antara tahun 2001 dan 2014, dan Ratu Suthida pada tahun ini. 

Pada tahun 1996, Raja Vajiralongkorn mencela istri keduanya yang melarikan diri ke Amerika Serikat. Akibatnya, ia menolak mengakui empat putra yang dimilikinya.

Selain itu, hal yang sama juga terjadi pada istri ketiganya Srirasmi Suwadee. Semua gelar kehormatannya dibuang dari kasta monarki. Sementara itu, putranya yang berusia 14 tahun telah dibesarkan oleh Raja Vajiralongkorn di Jerman dan Swiss.

Raja juga kerap menggunakan kekuatan posisinya dari para pendahulunya. Awal bulan ini, dua unit tentara paling penting di ibu kota ditempatkan langsung di bawah komandonya. Ini adalah konsentrasi kekuatan militer di tangan kerajaan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Thailand.

Raja Thailand Maha Vajiralongkorn Bodindradebayavarangkun dengan gelar Rama X ini baru dikenal publik setelah ayahnya Raja Bhumibol Adulyadej wafat pada 2016. Resmi dinobatkan sebagai penerus Dinasti Chakri awal Mei, Raja Maha Vajiralongkorn tercatat sebagai salah satu pemimpin monarki terkaya dunia.

Tag: thailand

Bagikan: