Keinginan Buruh yang Tak Dipenuhi oleh Anies

Tim Editor

Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (KSPI) (Diah/era.id)

Jakarta, era.id - Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (KSPI) sejak siang tadi menggelar aksi demo di depan Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat. Mereka harus menelan pil pahit soal penolakan kenaikan UMP DKI yang direncakana sebesar 8,5 persen. 

Pada pertemuan antara perwakilan buruh dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Andri Yansyah, kenaikan UMP DKI sudah mentok, tak bisa dibuat lebih tinggi lagi. 

Alasannya, Anies mengikuti aturan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan. Dalam menentukan upah minimum, ada komponen kenaikan hidup layak (KHL) yang memiliki 60 indikator. 

"Pimpinan daerah terkendali ketika menetapakan UMP. DKI punya historis, pada tahun lalu kendalanya (tuntutan kenaikan upah) juga sama, yaitu PP 78, sehingga dia (Anies) tidak bisa menabrak itu," tutur Ketua Dewan Pimpinan Wilayah FSPMI DKI Winarso di lokasi, Rabu (30/10/2019).



Winarso bilang, mereka belum memutuskan bakal menerima kenaikan UMP sebesar 8,5 persen senilai Rp4,2 juta, atau kukuh mempertahankan tuntutan kenaikan sebesar 16 persen yakni senilai Rp4,6 juta. 

"Kita akan koordinasi dengan pimpinan pusat. Nah semua itu kendalinya ada di pimpinan pusat. Ketika pimpinan pusat mengatakan tetap menolak ya kita akan menjalankan menolak juga," jelas dia. 

Lebih lanjut, ada alternatif lain yang mampu menyegarkan kesejahteraan buruh DKI berdasarkan pertemuan tersebut. Kepala Disnakertrans DKI Andri Yansyah bilang pihaknya akan membentuk tim tujuh. 

Nantinya, tim tujuh yang berasal dari kalangan buruh ini bertugas mencari cara pemberdayaan buruh, seperti pelatihan usaha wirausaha dan juga ekonomi kreatif dari dari buruh itu sendiri.  

"Tim tujuh yang nama-namanya sudah diusulkan buruh akan berdiskusi berdialog dengan kami untuk sama-sama membuat program ke depan agar kesejahteraan para pekerja bisa dioptimalkan," kata Andri. 


 
 

Tag: demo hari buruh internasional

Bagikan: