Barbarnya Dendam Geng Kartel Narkoba Meksiko

| 08 Nov 2019 20:20
Barbarnya Dendam Geng Kartel Narkoba Meksiko
Ilustrasi (pixabay)
Jakarta, era.id - Kartel narkoba di Meksiko memang dikenal sadis. Saking kejam dan sadisnya kelompok geng narkoba di negeri itu bahkan disebut lebih barbar dari kelompok ekstremis Negara Islam atau ISIS. 

Meksiko sendiri merupakan tempatnya kelompok-kelompok kartel narkoba. Aksi koboi seperti penyiksaan, penembakan, pemenggalan, bahkan eksekusi massal yang mayatnya dibuang di tempat umum menjadi bukti kerasnya perang para kartel narkoba ini.

Tak sampai dua bulan, geng kartel narkoba di negeri ini berhasil membuat para warga sipil ketakutan. Peristiwa terbaru adalah aksi penembakan sporadis yang dilakukan kartel narkoba terhadap iring-iringan mobil. Sembilan orang termasuk para ibu dan anak-anaknya tewas di tempat. 

Bulan lalu, anak dari Lord of Mexican Drugs Joaquin Archivaldo Gunzman Loera alias El Chapo yang bernama Ovidio Guzmán López (20) juga menyebabkan negara Sombrero layaknya medan perang lewat serangan yang dilakukan oleh anggota kartelnya.

 

Pada 17 Oktober, Ovidio ditangkap oleh kepolisian di Kota Culiacan, barat Meksiko, karena diduga terlibat praktik penyelundupan narkoba. Meski telah dibebaskan tak lama setelah itu, perang dengan kartel narkoba belum juga usai.

Setiap anggota kepolisian yang tergabung dalam pasukan penangkapan anak El Chapo itu pasti mengetahui, bahwa bahaya akan terus menghantui mereka meski Ovidio telah dibebaskan. Dendam kartel narkoba mungkin akan terus mengincar mereka.

Kemarin, seorang elite polisi yang bernama Eduardo dilaporkan tewas di luar pusat perbelanjaan yang berlokasi di kota Culiacan, Meksiko. Eduardo dibunuh secara brutal dengan ditembak 155 kali, seperti dilansir Daily Mail, Jumat (8/11/2019).

Eduardo diketahui turut menjadi anggota pasukan yang menangkap anak gembong narkoba El Chapo dan mengekstradisinya ke Amerika Serikat. Dalam sebuah video yang beredar, tampak sebuah mobil merah mengikuti mobil putih yang dikemudikan Eduardo ke pusat perbelanjaan. 

Baca Juga: Melihat Kekuasaan El Chapo: Lord of Mexican Drug

 

Dari dalam mobil merah itu terlihat dua pria dengan senapan serbu keluar dan secara membabi-buta menembak Eduardo di tempat. Belum diketahui apakah saat itu Eduardo tengah bertugas atau tidak. 

Dikutip The Sun, pihak berwenang setempat sedang menyelidiki pembunuhan brutal itu, dan mencari tahu dugaan adanya kelompok kriminal dari kartel narkoba di balik pembunuhan Eduardo. Karena diketahui ia menjadi bagian dari penangkapan Ovidio atau yang dikenal sebagai Little Chapo.

Eduardo telah menjadi anggota Kepolisian Nasional sejak 2013, dengan jabatan terakhir yang diembannya adalah di bawah Wakil Menteri Keamanan Publik Meksiko Carlos Alberto Hernandez Leyva. Menteri Keamanan Publik Cristobal Castaneda Camarillo dan Hernandez Leyva datang dan memimpin langsung proses penyelidikan.

Menurut The Guardian, Little Chapo merupakan buronan kelima yang paling dicari di dunia. Ia berada di belakang urutan pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau dan Ibrahim Dawood, yang disebut sebagai dalang pemboman di Mumbai pada tahun 1993. 

 

Tags : narkoba
Rekomendasi