Asa Menjaga Lingkungan untuk Pramuka

Tim Editor

Foto Istimewa

Cibubur, era.id - Bukan hal yang aneh kalau kita melihat anggota Pramuka mempergunakan bambu dan kayu serta tali temali untuk membuat berbagai peralatan. Termasuk memanfaatkan tumbuhan dan hasil alam Indonesia sebagai bagian dari konsumsi para Pramuka saat berkemah.

Bagi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, Pramuka adalah salah satu jaminan mutu sebuah gerakan sosial yang kuat untuk keberlanjutan kehidupan generasi mendatang. Apa yang mereka lakukan selama ini, bisa mengatasi berbagai persoalan lingkungan; perubahan iklim; over populasi; penipisan sumber daya alam; pembuangan limbah; penggundulan hutan.

"Mengajak gerakan Pramuka Indonesia untuk menjadi lokomotif perbaikan dan pemeliharaan lingkungan hidup di negeri ini. Pramuka sebagai green inspirator," ucap Siti Nurbaya di Bumi Perkemahan Cibubur dalam rangkaian kegiatan PERTIKAWAN Tingkat Nasional Tahun 2019, bertemakan “Lestarikan Bumi, Sejahterakan Masyarakat”, Selasa (19/11/2019).

Siti Nurbaya mendapat informasi dari Ketua Kwarnas Nasional kalau anggota Pramuka saat ini berjumlah kurang lebih 21 juta jiwa. Dan buat Siti Nurbaya, angka itu merupakan aset besar bangsa untuk mencetak kader-kader berwawasan lingkungan hidup dan kehutanan. 

"Pramuka patut menjadi garda terdepan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan yang hijau, bersih, indah dan asri. Gerakan Pramuka adalah gerakan kader pemimpin masa depan bangsa," pinta Siti.

"Hijaunya Pramuka adalah hijaunya negara," lanjutnya.



Siti menjamin, kementeriannya akan memfasilitasi remaja dan pemuda Indonesia untuk menjadi motor perubahan. KLHK sebagai patron, akan memastikan mereka memahami betul Tujuan Pembangunan Berkelanjutan global (SDGs).

"Dimulai dari PERTIKAWAN hari ini, kita akan menyebar luaskan aksi membela bumi secara kreatif dan menyenangkan. Karena Pramuka adalah Pembela Bumi yang sesungguhnya. Pramuka is Earth Defender!" kata Siti.

Siti Nurbaya menantang peserta perkemahan untuk melakukan aksi nyata pengurangan sampah, terutama sampah plastik. Siti mau ada penerapan untuk tidak menggunakan peralatan plastik sekali pakai, seperti kantong plastik, styrofoam dan sedotan plastik. Termasuk menerapkan pengelolaan sampah yang baik di seluruh bumi perkemahan. Perilaku baik selama perkemahan agar terus berlanjut hingga menjadi suatu kebiasaan dan budaya, untuk ditularkan kepada lingkungan sekitarnya. 

"Untuk kelestarian lingkungan, Ayo tanam minimal 25 pohon seumur hidup, 5 pohon sewaktu di Sekolah Dasar, 5 pohon saat Sekolah Menengah Pertama, 5 pohon Sekolah Menengah Atas, 5 pohon ketika di bangku kuliah dan 5 pohon sewaktu menikah. Mari hadirkan hutan di halaman rumah kita. Jika kita memiliki halaman rumah seluas 10 m2, ditanam dengan berbagai jenis pohon, jika tanaman sudah mencapai tinggi 3 meter dengan tajuk yang saling bertemu, itu sudah disebut hutan," bebernya.

Tag: hari lingkungan hidup

Bagikan: