Upaya 'Tebar Jala' PKS yang Sia-Sia

Tim Editor

Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman (era.id)

Jakarta, era.id - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kian gencar 'menebar jala' untuk menggaet hati beberapa partai politik, baik yang berada di dalam maupun di luar pemerintahan. Kini, partai yang dibentuk sebulan sebelum Orde Baru tumbang itu berniat membuka komunikasi intim dengan Partai Demokrat.

Presiden PKS Sohibul Iman rencananya akan bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono pada pertengahan bulan Desember atau awal bulan Januari 2020. 'PDKT' ini merupakan lanjutan dari komunikasi yang sudah terjalin erat antar kedua partai.

"Pak SBY bersedia tapi waktunya belum sekarang, beliau katakan mungkin di pertengahan Desember atau Januari itu jawabannya," ungkap Sohibul di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Baca Juga : PKS Yakin Menang Pemilu dari Jalan Oposisi

Selain dengan partai berlambang mercy, PKS juga sedang merancang pertemuan dengan sejumlah partai politik yang berada di luar pemerintahan, salah satunya adalah Partai Amanat Nasional (PAN).

Namun, kata Sohibul, pertemuan dengan PAN baru bisa terlaksana setelah PAN beres menggelar kongres. Setelahnya, PKS bakal bertemu dengan jajaran pengurus pusat Partai Berkarya.

"PAN juga gitu, bukan saya langsung yang komunikasi tapi saudara Pipin dan Yandri PAN, katanya mereka sedang sibuk buat kongres, tapi setelah itu kayaknya (bertemu)," ujar Sohibul.

Bertepuk sebelah tangan

Sebelumnya, PKS sudah terlebih dahulu menjalin hubungan mesra dengan Partai NasDem hingga membuat Presiden RI Joko Widodo kabarnya 'cemburu'. Namun, upaya PKS menggaet hati NasDem tampaknya sia-sia. Dalam sambutannya pada Perayaan HUT Ke-8 Partai NasDem di Surabaya, Ketua Umum NasDem Surya Paloh menegaskan partainya tetap setia mendukung pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Pikiran-pikiran kritis harus tetap kita miliki. Tapi kesetiaan dan loyalitas itu modal kita tidak boleh pergi jauh dari kita," kata Paloh di Jatim Expo, Surabaya, Sabtu (23/11), seperti dikutip Antara.

Baca Juga : Jokowi yang Jealous Karena Rangkulan Surya Paloh-Sohibul Iman


Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di kantor DPP PKS, Rabu (30/10) (Donny/PKSFoto)

Menurut dia, konsepsi, pemikiran, ketegasan dan konsistensi harus jelas bahwa Partai NasDem merupakan pendukung pemerintah. "Kita perlu pertegas ini karena jangan ada pikiran-pikiran yang memberikan sebuah tanda tanya kepada para saudara-saudara kader NasDem," katanya.

Surya menyatakan, partainya harus menunjukkan ketegasan itu sebab belakangan ini muncul kesan seolah partainya bermain dua kaki, yakni mengaku sebagai partai koalisi pemerintah namun juga menjalin komunikasi dengan partai-partai oposisi, seperti PKS. "NasDem tak boleh menjaga jarak dengan partai oposisi untuk menjalin komunikasi," katanya.

Oleh karena itu, Surya Paloh meminta agar seluruh kader Nasdem menunjukkan kesungguhannya mendukung pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin karena pemerintah menaruh harapan besar kepada para kader partai.

"Partai ini harus tetap menjaga komitmen kekompakan di dalam internal partai agar partai ini tetap menjaga misi dan visi partai," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Surya Paloh juga meminta seluruh kadernya agar bisa menjalin komunikasi politik dengan partai manapun.

"NasDem harus dikenal sebagai institusi partai politik yang paling cair di dalam berkomunikasi. NasDem harus dikenal sebagai institusi partai politik yang paling mudah untuk diajak berdiskusi dan tak menjaga jarak dengan partai dan kelompok masyarakat yang memiliki sikap politik berbeda," katanya.

Tag: pks

Bagikan: