Gempa Banten Terasa di Jakarta, Kenapa?

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Ilustrasi. (era.id)

Jakarta, era.id - Jarak Jakarta dengan pusat gempa 6,1 skala richter di Lebak, Banten sekitar 140 kilometer. Jika ditempuh lewat jalur darat mencapai 4 jam. Namun, kenapa warga Jakarta dapat merasakan goyangan lindu tersebut?

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG M Riyadi menjelaskan, gempa yang memiliki kedalaman jauh di dasar bumi akan menimbulkan getaran yang luas. Terpaannya mencapai ratusan kilometer.

"Semakin dalam pusat gempa dampak semakin luas. Makin dangkal wilayah terpaan makin pendek. Gempa bergeser dari pertemuan lempeng," kata Riyadi kepada era.id, Kamis (25/1/2018).

Gempa itu, lanjut Riyadi, mengindikasikan aktivitas zona tektonik di Selatan Jawa. Menurut Riyadi, munculnya gempa bumi berkedalaman dangkal tersebut disebabkan pergerakan subduksi lempeng Indo-Australia di bawah lempeng Eurasia.

"Itu bisa terpola di laut sana. Jakarta hanya merasakan gempa saja, contohnya aktivitas lempeng tektonik Selatan Jawa hingga Selat Sunda. Seperti di Banten kemarin itu, bukan bersumber di Jakarta. Bahkan efeknya mencapai Yogyakarta," lanjutnya.

Dua hari sebelumnya, Selasa (22/1), gempa berkekuatan 6,1 SR terjadi di 43 km sebelah barat daya Lebak, Banten, dengan kedalaman 64 km di Samudera Hindia. Guncangan gempa terasa di daerah Jakarta, Banten, Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Wilayah Jakarta, Tangerang Selatan dan Bogor merasakan guncangan gempa level IV-V MMI (ringan hingga sedang). Akibatnya mayarakat yang berada di bangunan tinggi merasakan guncangan keras dan berhamburan mencari tempat aman.

Data BNPB menyebutkan, sebanyak 129 rumah rusak di 10 di Kabupaten Lebak, Banten. Jumlah rumah rusak tersebut tersebar di Kecamatan Bayah, Wanasalam, Panggarangan, Rinten, Lebak Gedong,  Cilograng, Sobang, Cimarga, Sajira, dan Cihara.

Di Kabupaten Cianjur sebanyak 6 pelajar luka berat dan 2 pelajar luka ringan akibat tertimba genting yang runtuh di SMK Tenggeung Kecamatan Tanggeung Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Juga terdapat 1 rumah rusak berat di Desa Tanggeung dan 1 rumah rusak berat di Desa Pagermaneuh.

Di Pandeglang, Aula SMA CMBBS roboh dan beberapa rumah mengalami kerusakan. Beruntung tidak ada korban jiwa. Selanjutnya di Banten,  115 rumah, satu masjid dan satu puskesmas ditemukan rusak. 

Tag: gempa

Bagikan: