Penyeludupan Kendaraan Mewah Kini Juga Lewat Laut

Tim Editor

Dok. Bea Cukai

Jakarta, era.id - Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang bekerjasama dengan beberapa pihak terkait, berhasil menggagalkan beberapa kali upaya penyeludupan kendaraan mewah ke Indonesia. Tercatat, mulai dari tahun 2016 hingga 2019, sekitar tujuh kasus penyelundupan yang melalui pelabuhan Tanjung Priok dapat dibongkar.

Selama tiga tahun tersebut, sebanyak 54 kendaran mewah berhasil disita. Dengan catatan, 19 mobil dan 35 motor yang terpisah menjadi beberapa bagian. Total nilai puluhan kendaraan itu mencapai angka Rp 21 miliar dan potensi kerugian negara sekitar Rp 48 miliar.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dalam penyelundupan puluhan kendaran mewah tersebut menetapkan tujuh tersangka yang merupakan perusahan. Mereka adalah. PT SLK, PT TJI, PT NILD, PT MPMP, PT IRS, PT TNA, dan PT TSP.


Dok. Bea Cukai 

Selain itu, diungkapkan jika modus penyelundupan dilakukan dengan cara memasukan kendaraan mewah itu kedalam kontainer. Yang kemudian, menyertakan informasi atau dokumen isi muatan yang tidak sesuai dengan barang sebenarnya. Padahal, isi dari kontainer itu mobil dan motor mewah yang berasal dari Singapura dan Jepang.

"Berbagai modus digunakan dalam tangkapan kali ini. Importasi kendaraan diberitahukan dalam dokumen sebagai batu bata, suku cadang mobil, aksesoris, dan perkakas," ucap Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (17/12/2019).

Hanya saja, modus penyeludupan itu dapat digagalkan lantaran adanya kecurigaan. Dimana, berat pada kontainer tidak sesuai dengan jenis barang yang tertera dalam dokumen. Sehingga, pemeriksaan menyeluruh pun dilakukan. Yang kemudian, terungkaplah isi sebenarnya dari kontainer tersebut.

"Untuk memastikan jenis barang yang sebenarnya, petugas melakukan hi-co scan kontainer dan mendapati citra yang menunjukkan barang yang diimpor berupa kendaraan roda empat. Untuk selanjutnya petugas melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh," papar Sri Mulyani.

Dengan beberapa pengungkapan itu, Kementerian Keuangan menegaskan akan tetap berkomitmen untuk terus memberantas penyeludupan. Hal tersebut merupakan bentuk penegakan hukum dalam rangka mengamankan hak-hak negara.

"Kami akan terus melakukan sinergi dengan penegak hukum. Ini tak bisa kami lakukan sendiri. Kita selalu berupaya menjaga lalu lintas masuknya barang. Kita akan melakukan tindakan hukum untuk menindak kejahatan kepabeanan," tandas Sri Mulyani.
 

Tag: bea cukai rokok

Bagikan: