Ibu Kota Baru, Harapan Baru

Tim Editor

Presiden Jokowi mengunjungi Klaster Pemerintahan (Titik Nol) Ibu Kota Baru, Kalimantan Timur. (Twitter @setkabgoid)

Jakarta, era.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meneroka lokasi ibu kota baru di kawasan konsesi hak pengusahaan hutan (HPH) PT International Timber Corporation in Indonesia (ITCI), Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Butuh waktu sekitar 2,5 jam bagi Presiden beserta rombongan untuk tiba ke kawasan konsesi HPH PT ITCI, Kecamatan Sepaku, dari tol Semboja. Kawasan itu memang berbentuk bukit-bukit yang sudah 'dibersihkan' sehingga pemandangan yang terhampar adalah bukit dengan tanah cokelat dan sisa-sisa kayu di atasnya.

Lokasi bukit yang ditinjau Presiden Jokowi memang bukit paling tinggi. Dari bukit yang "lebih hijau" dari bukti-bukti lain itu, Jokowi dapat melihat dengan lebih leluasa kawasan calon ibu kota baru. Pemandangan hijau itu memang menghibur mata setelah perjalanan panjang, melelahkan dan membuat "deg-degan".

Bukti tersebut akan menjadi lokasi klaster pemerintahan, namun lokasi istana kepresidenan belum tentu berada di bukit tersebut, Presiden menyerahkan kepada arsitek di mana lokasi terbaik pendirian istana, demikian seperti dikutip Antara, Kamis (19/12/2019).

Total luas lokasi ibu kota baru adalah 256 ribu hektare dengan kawasan inti seluas 56 ribu hektare. Nantinya ibu kota baru akan terbagi menjadi sejumlah klaster yaitu klaster pemerintahan seluas 5.600 hektare, klaster kesehatan, klaster pendidikan serta klaster riset dan teknologi.
 

"Kawasan itu akan menjadi kawasan yang hijau dan penuh dengan oksigen, tidak ada polusi tidak ada limbah, yang ada adalah banyak orang berjalan kaki, banyak orang naik sepeda, banyak orang naik transportasi umum, bebas emisi, yang ada adalah mobil-mobil listrik yang sudah zero emission saya kira bayangannya itu," papar Presiden.

Presiden optimistis ibu kota baru akan menjadi kawasan hijau dan penuh oksigen. Dengan kontur yang berbukit-bukti, para arsitek maupun urban planner juga akan senang dalam "mendandani" lokasi tersebut karena akan lebih cantik dan indah dibanding hanya datar saja. Ibu kota baru itu juga dekat dengan teluk sehingga dapat mempercantik kawasan.

Tidak ketinggalan, nantinya akan ada kebun bibit nursery seluas 100 hektare yang akan membuat jutaan bibit pohon, baik pohon fast growing seperti ekaliptus, akasia tapi juga ada pohon-pohon asli di sini seperti kampar, kapur, ulin, bengkirai.

Konservasi lingkungan akan menjadi daya tarik ibu kota baru karena pemerintah ingin memperbaiki lingkungan karena sudah banyak yang rusak. Ia pun menekankan tidak ada klaster industri di ibu kota baru.

"Tidak ada pabrik di sana, ini harus ditekankan, tidak ada klaster industri," ucap Presiden menegaskan.

Sejumlah jadwal kerja sudah dipaparkan oleh Presiden demi mewujudkan ibu kota baru. Pertama adalah pembentukan Badan Otorita Ibu Kota paling lambat Januari 2020.

Selanjutnya akan dilakukan pembahasan undang-undang yang mendukung pendirian ibu kota negara yang masuk dalam omnibus law. Ada 14 UU yang terkait dengan UU Ibu Kota masuk ke dalam omnibus law dan ditargetkan selesai pada April 2020.


Infografik (Ilham/era.id)

Kemudian pada Juni 2020, Detail Engineering Design (DED) sudah rampung karena pada akhir Desember 2019 gagasan besar untuk desain sudah masuk ke hal yang lebih mendetail.

Pararel dengan pembangunan klaster pemerintah, dilakukan juga pembangunan sarana transportasi umum, air, dan listrik. Sedangkan untuk nama ibu kota baru masih akan diputuskan hingga pertengahan 2020.

Selain itu, ada juga pihak swasta yang ingin mendirikan universitas dan dipersilakan untuk membangun oleh Presiden. Untuk mengerjakan ibu kota tersebut yang diperkirakan membutuhkan dana sebesar Rp466 triliun tersebut.

Tag: ibu kota pindah

Bagikan: