Kado Natal Untuk Riyanto Dari Katolik Garis LUCU

Tim Editor

Katolik Garis LUCU di makam Riyanto (Dok. KGL)

Jakarta, era.id - Tiap Hari Raya Natal, nama Riyanto seolah selalu terkenang, anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) yang wafat akibat peristiwa bom di Gereja Eben Haezer, Kota Mojokerto tahun 2000 lalu. Sebagai bentuk solidaritas, komunitas Sahabat Katolik Garis Lucu (KGL) menginisiasi aksi penggalangan dana sebagai kado Natal untuk Riyanto.

Sebuah komunitas dari berbagai lintas keyakinan ini menginisiasi penggalangan dana yang ditujukan kepada keluarga Riyanto. Sumbangan yang dibalut dengan tajuk Kado Natal untuk Riyanto itu pun mampu menembus angka Rp100 juta lebih.

Koordinator penggalangan dana sekaligus anggota Sahabat KGL, Alma Costa, menjelaskan, hasil donasi tersebut sebenarnya melebihi dari ekspektasi awal. Semula, penggalangan dana yang dilakukan melalui salah satu platform crowdfunding itu hanya ditargetkan Rp50 juta tapi, donasi yang diterima lewat kitabisa itu mencapai Rp100 juta. 

"Tapi hasil akhirnya bisa terkumpul hingga dua kali lipatnya," katanya lewat siaran pers, Senin (30/12/2019).

Dia menyebutkan, aksi solidaritas itu mendapat sambutan baik dari para dermawan. Setidaknya, ada 1.007 donatur turut mengulurkan tangan dengan menyisihkan sebagaian hartanya. Hasilnya, penggalangan yang dilakukan sejak 8 Desember itu mampu terkumpul sebanyak Rp 100.201.621. 

"Waktu penggalangan kita target selama tiga minggu. Tapi belum sampai hari terakhir sudah melampaui batas," sambungnya.

Seluruh hasil donasi tersebut telah diserahkan dan diterima langsung oleh Sukarmin, ayah Riyanto di Gereja Katolik Paroki Santo Yosef, Kota Mojokerto, Minggu (29/12) kemarin. Pria asal Jakarta ini, menyebutkan, keluarga Riyanto juga bersepakat jika hasil penggalangan dana juga disalurkan kepada empat sahabat Banser yang kala itu juga turut menjaga Gereja Eben Haezer bersama Riyanto.

Selain menyalurkan hasil donasi, kemarin mereka juga menyempatkan untuk berkunjung dan berdoa di makam Riyanto di makam umum Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon. Biantoro, adik ketiga Riyanto mengapresiasi segala bentuk penghormatan kepada keluarganya.

Dia juga berpesan agar api semangat toleransi kakaknya untuk terus bersama-sama dijaga dan dikorbankan. 

"Terutama toleransi lintas agama. Karena untuk berbuat baik, kita tidak harus memandang atribut," ucapnya.

Tag: dies natalis ipb

Bagikan: