Kata Ceu Popong Soal Pembangunan Jawa Barat

Tim Editor

Ngariung Rineh Jeung Bapak Gubernur Keur Pikaharepeun Jawa Barat (Iman Herdiana/era.id)

Bandung, era.id - Mantan anggota DPR RI Popong Otje Djundjunan atau akrab disapa Ceu Popong mengungkap salah satu masalah tersulit dalam membangun Jawa Barat, yakni menyamakan persepsi. Masalah ini menurutnya menjadi syarat keberhasilan pembangunan daerah. 

Kata Ceu Popong, menyamakan persepsi justru menjadi kendala tersulit dalam pembangunan Jabar. Untuk itu, politikus senior Partai Golkar ini menyarankan provinsi yang dipimpin Ridwan Kamil agar memperbesar persamaan dan sebaliknya tidak memperunncing perbedaan.

"Yang paling sulit adalah menyamakan persepsi, kalau persepsi sudah sama maka sikap juga akan sama, kalau sikap sudah sama maka langkah kita akan sama," kata wanita 81 tahun itu, dalam diskusi bertajuk 'Ngariung Rineh Jeung Bapak Gubernur Keur Pikaharepeun Jawa Barat' di Skyline Cafe Resto, Dago Pakar, Kabupaten Bandung, Minggu (19/1/2020) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menggelar pertemuan dengan para tokoh, budayawan dan para tokoh (inohong) Jabar serta Ketua Ormas/LSM.

Dipandu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jabar, diskusi tersebut membahas masukan, aspirasi, gagasan, dan solusi dari para tokoh selain Popong Otje Djunjdunan, yakni Tjetje Padmadinata, Uu Rukmana, hingga Didi Turmudzi tentang pembangunan Jabar terutama demi mewujudkan visi Juara Lahir Batin. 

"Ini adalah sebuah inisiatif baru, akan kita mulai di 2020 yaitu memperbanyak interaksi dimensi pembangunan Jabar," kata Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil berujar, tanggung jawabnya sebagai Gubernur Jabar adalah menyelesaikan permasalahan kurang lebih 50 juta jiwa penduduk alias hampir 20 persen permasalahan populasi di Indonesia.

Maka, dirinya harus menjamin agar seluruh penduduk Jabar tersebut memiliki akses pendidikannya, kesehatan, lapangan kerja, serta terjaga kondusivitasnya.

"Per tahun ini penduduk (Jabar) hampir 50 juta jiwa atau dua kali lipat penduduk Australia, hampir sama dengan penduduk Korea Selatan dan Spanyol, jadi tiap hari saya sebagai gubernur harus memastikan 50 juta penduduk ini akur, damai, punya akses pendidikan yang baik," katanya.

Selain itu, ia bilang bahwa Jabar saat ini disukai oleh berbagai negara di dunia dari sisi ekonomi. Menurutnya, investasi yang begitu besar bila dikombinasikan dengan keindahan alam akan menghasilkan dua keunggulan yang bisa dimanfaatkan yakni industri manufaktur dan pariwisata.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa dibutuhkan kolaborasi dan sinergitas dari semua pihak melalui konsep Pentahelix ABCGM (akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, media) untuk mengatasi kompleksitas masalah. "Syaratnya (atasi masalah) satu yaitu kompak," ucapnya.


 

Tag: ridwan kamil

Bagikan: