Pesan Ceu Popong ke Airlangga: Golkar Tidak Boleh 'Membeo' pada Pemerintah

Tim Editor

Politikus senior Partai Golkar, Popong Otje Djundjunan. (Iman Herdiana/era.id)

Bandung, era.id – Politikus senior Partai Golkar, Popong Otje Djundjunan punya pesan terkait terpilihnya Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar periode 2019-2024. Perempuan yang akrab disapa Ceu Popong itu meminta Airlangga dan partai yang dipimpinnya untuk tidak segan mengkritik pemerintah, kendati Golkar berada dalam barisan pemerintah.

"Sekarang Golkar menjadi pendukung pemerintah. Untuk saya, mendukung pemerintah bukan berarti ngabeo, membebek, bukan. Tetap harus kritis, tetap harus mengawal pemerintah dalam jalan yang lurus, jangan ragu-ragu mengkritik pemerintah, mengingatkan pemerintah kalau pemerintah itu keluar dari rel yang ditentukan oleh para pendiri negara kita," ungkap Ceu Popong ditemui era.id di sela prosesi pengukuhan Guru Besar di Kampus Universitas Padjadjaran, Jalan Dipatiukur, Bandung, Jumat (6/12/2019). 

Tampil dengan mengenakan dres gelap bermotif biru, politikus yang sudah menjadi anggota DPR RI sejak tahun 1978 itu bilang, rel yang dibikin pendiri bangsa Indonesia itu ada empat. Pertama, melindungi bangsa Indonesia; kedua mensejahterakan bangsa Indonesia; ketiga mencerdaskan kehidupan bangsa,; dan keempat ikut memelihara perdamaian dunia. Hal ini sudah termaktub dalam pembukaan UUD 45 sebagai konstitusi negara.

Manurut Ceu Popong, pemimpin baru Golkar harus mengacu pada empat amanah pendiri bangsa tersebut, termasuk mengawasi pemerintah yang dipimpin Joko Widodo-Maaruf Amin agar tidak keluar dari rel konstitusi.


Politikus senior Partai Golkar, Popong Otje Djundjunan. (Iman Herdiana/era.id)

"Jadi untuk Ceu Popong, siapa pun pimpinan Golkar yang terpilih, berapa pun jumlah pengurus, apa pun programnya, tetap harus berangkat dari amanah-amanah yang tadi, yang empat tadi," kata perempuan kelahiran Bandung, 30 Desember 1938 itu.

Di samping mengawal pemerintah dengan mengacu pada empat pondasi bangsa, Ceu Popong pun memperingatkan pemerintah agar selalu berperilaku jujur dan tidak korup. Kebijakan dan kinerja pemerintah harus dilandasi kejujuran. "Sambil tentu kita itu mengawal juga kejujuran pemerintah," ucapnya.

Ceu Popong menegaskan, dirinya tidak peduli Partai Golkar dipimpin oleh siapa pun. Yang penting orang itu warga negara Indonesia dan menjunjung tinggi Pancasila. Jadi Airlangga Hartanto yang kini menjabat sebagai Ketum Golkar untuk periode kedua kalinya, menurut Ceu Popong harus concern pada Pancasila.

"Mau hitam, kuning, putih tidak masalah tapi sebagai salah satu pendiri Golkar, tetap Ceu Popong concern kepada Pancasila," tandasnya. 

Selama pemimpin baru Golkar tetap mengamalkan Pancasila, lanjut Ceu Popong, dirinya akan tetap bersama Golkar. "Untuk Ceu Popong Golkar kayak apa saja, mau persegi, bulat, gepeng, ya kan, selama Golkar tidak meninggalkan Pancasila, saya tidak akan tinggalkan Golkar."

Tag: airlangga hartarto golkar

Bagikan: