Dijemput Karena Covid-19, Apakah WNI dari Wuhan Diantar Balik Lagi?

Tim Editor

WNI dari Wuhan (Dok. BNPB)

Jakarta, era.id - Pemerintah menjemput 238 WNI yang mayoritas adalah mahasiswa di Wuhan, Provinsi Hubei, China karena wabah Covid-19. Lalu apakah para mahasiswa itu akan diantar kembali ke Wuhan setelah virus korona baru yang menewaskan lebih dari 1.500 itu mereda?

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, para mahasiswa Indonesia tersebut belum bisa kembali selama China masih dalam status darurat kesehatan publik internasional atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).


Selain itu, kata Terawan, pemerintah akan menanyakan apakah mereka akan melanjutkan studi di China atau di Indonesia. Namun dia memastikan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan.

"Kalau beasiswa, itu beasiswa yang bagaimana? Pemerintah akan sangat membantu, tadi menko PMK juga udah memberi tahu bahwa pemerintah akan bertanggungjawab," ujar Terawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (15/2/2020).

Oleh karena itu, kata Terawan, pemerintah harus mendata dengan detail jumlah mahasiswa Indonesia yang bersekolah di Provinsi Hubei.

Sementara Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengaku pemerintah masih mempertimbangkan mengenai kelanjutan studi para WNI tersebut yang sebagian merupakan peserta program beasiswa.


Muhadjir mengatakan, tidak menutup kemungkinan mereka akan kembali ke Wuhan setelah wabah berakhir atau melanjutkan studi di Indonesia dengan sistem transfer kredit.

"Untuk itu kita akan bicarakan lebih lanjut setelah ini selesai. Yang penting ini mereka sudah kembali ke Indonesia dan tenang dulu, biar bersosialisasi dulu," ujar Muhadjir melalui keterangan tertulisnya.

Kuliah Online

Ditemui setibanya di Jakarta, mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Central China Normal University, Wuhan bernama Patmawty Taibe mengatakan dia dan teman-temannya masih menunggu kondisi di sana kembali kondusif.

Menurutnya, hingga saat ini pemerintah China masih belum menginformasikan kapan Wuhan selesai di lock down. Patmawty sendiri mengaku tinggal menunggu masa sidang tesis program pascasarjana.

"Jadi kita masih menunggu, baru kita pikiran ke depannya gimana," kata Patmawty.

Sementara Yuliannova Lestari Chaniago, teman satu kampus Patmawty mengatakan selama masa observasi di Natuna, pihak kampus memberlakukan kuliah secara online. Terlebih kepada mahasiswa tingkat awal dan menengah seperti dirinya.

"Saya masih kuliah, jadi ada kuliah online," kata Yuliannova.

Menkes Terawan Agus Putranto (Dok. BNPB)

Senada dengan Yuliannova, mahasiswa Indonesia dari Wuhan University, Yusuf Azhar mengaku sempat kuliah online selama berada di Natuna.

"Kita belajar kelas bahasa inggris dan mandarin," kata Yusuf.

Dia juga mengaku tetap ingin kembali melanjutkan studinya di China jika kondisi di sana sudah kondusif. Yusuf mengatakan tak trauma dengan kejadian virus korona.

"Iya, ketika China pulih kembali, kami ingin kembali lagi. Enggak trauma dan kita semua tidak takut," pungkasnya.

Tag: covid-19

Bagikan: