Jerapah Putih Betina Satu-satunya di Bumi Mati Ditembak Pemburu

Tim Editor

Jerapah putih. (Foto: Hirola Community Conservancy)

Jakarta, era.id - Jerapah putih betina terakhir di dunia mati ditembak oleh pemburu liar di Garissa, Kenya. Peluru itu melesat tepat mengenai betis sang jerapah.

Menurut laporan Ishaqbini Hirola Community Conservancy, sang betina dibunuh bersama anaknya. Saat ini, hanya jerapah putih jantan yang masih tersisa dan menjadi satu-satunya yang tersisa di bumi.

"Ini adalah hari yang sangat menyedihkan bagi Kenya," ujar Manajer Konservasi Mohammed Ahmednoor, seperti dikutip dari Guardian.

"Kami adalah satu-satunya komunitas di dunia yang merupakan penjaga jerapah putih," lanjutnya.

Pembunuhan itu adalah pukulan pada langkah luar biasa yang diambil oleh komunitas untuk melestarikan spesies unik. "Ini adalah kerugian jangka panjang yang diberikan studi genetika, kini menjadi sia-sia," tambah Ahmednoor.
 


"Lebih jauh dari ini, jerapah putih adalah dorongan besar bagi pariwisata di daerah tersebut," lanjutnya.

Jerapah berwarna putih disebabkan oleh kondisi leucism, yakni sel-sel kulit tidak memiliki pigmentasi.

Hingga saat ini, polisi hutan setempat masih terus memburu pelaku pembunuh jerapa putih dan mencari tahu motif di balik pembunuhan hewan langka itu.

Para ahli dari Kenya Wildlife Society telah menyelidiki kasus tersebut. Laporan pertama menyatakan bahwa jerapah putih pernah berkeliaran di hutan Tanzania pada Januari 2016. Dua bulan kemudian, laporan kedua menyatakan soal konservasi Ishaqbini di Kenya.

The Girraffe Conservation Foundation mengatakan jumlah spesies di Afrika telah berkurang 30 persen sejak 1980-an. 
 

Tag: penyiksaan hewan hewan langka

Bagikan: