Awas! Jenazah Masih Bisa Tularkan Virus Korona

| 01 Apr 2020 20:05
Awas! Jenazah Masih Bisa Tularkan Virus Korona
RSD Wisma Atlet (Antara)
Jakarta, era.id - Ketua Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu (PDIB) James Allan Rarung mengatakan orang positif COVID-19 yang meninggal dunia masih bisa menularkan penyakitnya kepada orang yang masih hidup. Soalnya, masih ada waktu beberapa lama hingga sel tubuh manusia benar-benar mati, sehingga virus masih bisa bertahan di dalam tubuh manusia untuk waktu tertentu.

"Setelah orang itu meninggal, virus tidak lagi bisa berkembang biak karena sumber kehidupan dia diambil dari sel-sel yang hidup. Tapi virus yang sudah ada masih bisa menularkan," kata James, Rabu (1/4/2020).

James menuturkan virus yang berada dalam tubuh dari orang positif COVID-19 yang meninggal dunia tidak bisa berkembang biak lagi, tapi dia masih bisa bertahan beberapa lama.

Ketika orang positif COVID-19 meninggal, sel manusia akan mati secara bertahap. Darah benar-benar berhenti mengalir dalam tubuh selama 9-12 jam. Rambut dan kuku bertahun-tahun tidak hancur. Banyak sel tubuh dari seseorang yang meninggal bisa bertahan berminggu-minggu.

Setelah ke luar dari tubuh manusia, virus korona yang sudah menempel di benda-benda mati masih bisa bertahan berjam-jam. Apalagi masih berada di dalam tubuh manusia yang baru meninggal, virus itu masih bisa bertahan berjam-jam dalam tubuh manusia.

"Yang pasti keberadaan virus itu tetap ada, cuma untuk dia berkembang lebih banyak, tidak bisa lagi karena kan sel di mana dia jadi inang sudah mati," ujarnya seperti dilansir Antara.

Dalam tubuh orang positif COVID-19 yang baru meninggal, virus masih bertahan di cairan tubuh dan darah, bahkan bisa berada di permukaan tubuh manusia, baju dan rambut. Ketika, itu disentuh oleh orang yang masih hidup, maka virus dari orang yang meninggal itu bisa langsung menjangkiti orang lain.

Untuk itu, pedoman dalam pengurusan jenazah yang meninggal akibat COVID-19 sebagaimana disampaikan oleh pemerintah harus dipatuhi oleh masyarakat luas agar tidak terinfeksi COVID-19.

Jenazah orang yang positif COVID-19 langsung dimandikan, disemprot disinfektan, didekontaminasi dan dibungkus plastik. Kemudian, jenazah yang sudah terbungkus plastik itu disemprot kembali dengan disinfektan.

Orang yang membawa jenazah juga harus menggunakan alat pelindung diri yang lengkap karena virus penyebab COVID-19 sedang mewabah.

 

Rekomendasi