4 Kategori Produk yang Paling Diburu di Market Place

Tim Editor

Tokopedia (Dok. Tokopedia)

Jakarta, era.id - Tren belanja online sepertinya tidak akan pernah mati, terutama di masa pandei COVID-19. Cara ini bisa menjadi alternatif untuk mengurangi risiko penyebaran COVID-19. Apalagi dimasa-masa saat ini, konsumen sangat riskan bila pergi ke luar rumah untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Selama masa karantina di diri di rumah, platform belanja online mencatat ada beberapa kategori produk yang paling banyak dipesan. Extenal Communication Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya mengatakan ada empat kategori produk yang penjualan meningkat secara signifikan, yakni kategori makanan dan minuman, rumah tangga, kesehatan, dan elektronik.

"Nah, dalam kategori makanan dan minuman yang paling banyak dicari adalah kurma, produk olahan daging, dan kopi kemasan. Sementara kategori rumah tangga itu ada pot tanaman, dan tempat penyimpanan" ujar Ekhel dalam video conference pada Rabu (10/6/2020).

"Apalagi di masa pandemi kategori kesehatan paling favorit, yaitu ada vitamin, masker, dan peralatan P3K. Selain itu, ada juga kategori elektronik seperti earphone, lampu bohlam, dan speaker," lanjutnya.

Selama bulan Ramadan, parsel menjadi produk paling laris di flash sale pada 4 hingga 11 Mei 2020. Selain itu, jumlah pengguna fitur Al quran dan Zakat Mal mengalami peningkatan selama pandemi COVID-19.

"Jumlah pengguna fitur Al'quran meningkat 3 kali lipat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya dan donasi serta zakat terkumpul sebesar Rp13 miliar. Zakat Mal terkumpul meningkat 3 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya," ungkap Ekhel.

Tak hanya itu, jumlah listrik yang terjual cukup untuk memenuhi total kebutuhan listrik lebih dari 3,5 juta rumah selama satu bulan. 

Jumlah pulsa yang terjual, rata-rata dipergunakan oleh seluruh masyarakat Tanah Air untuk melakukan silaturahmi melalui virtual.

"Memasuki bulan Juni kami bukan hanya membantu UMKM, tetapi membantu secara bersama-sama terutama di era new normal saat ini. Platform Tokopedia membantu seluruh masyarakat dengan menggandeng seluas mungkin agar hasil yang maksimal," kata Ekhel.

Ekhel mengatakan Tokopedia memiliki interpretatif cukup banyak, meski pandemi COVID-19 memang dirasakan dampak perubahannya. Bagi pelaku umkm yang belum terbiasa online, maka Tokopedia bersedia mendampingi prosesnya. Tetapi, yang paling berhasil adalah bisa dilakukan dengan diri sendiri.

"Yang paling signifikan sebenernya adalah panggung. Panggung yang kita berikan kepada mereka bisa mengangkat mereka bukan hanya sekedar maju, tapi bisa memutar roda ekonomi," ujar Ekhel.

"Saya berharap agar masyarakat lebih berani berjualan secara online ditengah pandemi COVID-19." tutupnya.

Tag: perusahaan e-commerce belanja online

Bagikan: