Penularan Virus Korona Bisa Terjadi di Ruang Tertutup

| 10 Jul 2020 15:25
Penularan Virus Korona Bisa Terjadi di Ruang Tertutup
Ilustrasi virus korona (Unsplash/@@fusion_medical_animation)
Jakarta, era.id - Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terbaru menyatakan, penularan virus korona (COVID-19) bisa berpindah dari manusia satu ke manusia lain, termasuk melalui udara. Meski penularan utamanya masih disebut melalui kontak dan tetesan pernapasan. 

Mengenai penularan virus korona lewat udara, WHO menyebut bisa terjadi ketika berada di ruangan tertutup dan kondisi ramai. Laporan ini muncul beberapa hari setelah penerbitan surat yang ditandatangani oleh 239 ilmuwan.

"Penularan virus melalui udara bisa terjadi dalam perawatan kesehatan di mana prosedur medis tertentu bisa menghasilkan tetesan kecil yang disebut aerosol," tulis laporan WHO dikutip dari CNN, Jumat (10/7/2020).

Bahwa orang bisa menangkap virus dari tetesan yang mengambang di udara. Tetapi, bukti lain menunjukkan, penularan SARS-CoV-2 terjadi antara orang melalui kontak langsung, tidak langsung atau dekat dengan orang yang terinfeksi melalui sekresi yang terinfeksi, seperti air liur. Misalnya saat batuk, bersin, berbicara atau bernyanyi.

WHO mencatat, bahwa penularan virus korona lebih mudah terjadi di beberapa ruangan tertutup, seperti restoran, klub malam, tempat ibadah dan tempat kerja.

Sebab, semua tempat itu memungkinkan banyak orang berteriak, berbicara atau bernyanyi. Di tempat dengan kondisi seperti itulah, transmisi aerosol juga lebih mungkin terjadi, terlebih bila ruangan penuh sesak dan tidak berventilasi.

Contoh kasus, di kota Mount Vernon di Washington, AS, satu orang dicurigai telah menginfeksi setidaknya 45 orang lain yang telah bernyanyi bersamanya dalam paduan suara dalam satu ruangan.

Insiden serupa dilaporkan terjadi di Guangju, China, pada Januari silam, ketika seseorang yang terinfeksi virus itu diyakini menularkannya kepada sembilan orang lain ketika makan di restoran yang sama.

"Sehingga orang lebih mungkin terinfeksi virus dari orang lain melalui udara. Ada perbedaan antara partikel yang dilepaskan ketika seseorang batuk atau bersin dan mentransmisikan COVID-19 dibandingkan dengan partikel aerosol," tulis pernyaaan di situs resmi WHO.

Brittany Kmush, asisten profesor yang berspesialisasi dalam kesehatan masyarakat dan penyakit menular di Universitas Syracuse di New York mengatakan, timnya selalu mengira virus mengudara.

"Sebab, Anda tidak harus selalu melakukan kontak langsung dengan mulut atau hidung seseorang untuk terinfeksi virus. Jadi, bila seseorag bersin, virus itu bisa bertahan hidup dan menular melalui udara sebagai tetesan besar yang sampai ke mulut dan hidung," kata Brittany.

Untuk itu ia mengimbau masyarakat terus menggunakan masker menjaga jarak serta tingga di rumah saja bila memungkinkan.

Tags : covid-19
Rekomendasi