Sopir Angkot Tanah Abang Somasi Anies

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Abdul Rosyid, perwakilan sopir (Foto: Leo/era.id)

Jakarta, era.id - Perwakilan sopir angkot Tanah Abang M08, bersama sejumlah advokat mendatangi Balai Kota untuk melayangkan somasi kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Sebelumnya, para sopir telah beberapa kali bolak-balik Balai Kota, menagih jalan keluar atas penataan kawasan Tanah Abang yang dilakukan Anies. Namun, para sopir ternyata belum juga mendapati solusi.

Dan bersama somasi itu, para sopir menyampaikan permintaan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka Jalan Jati Baru Raya, yang menurut mereka adalah solusi untuk mengakhiri berbagai polemik ini. Para sopir tutup kuping soal solusi lain yang mereka tawarkan, termasuk tawaran gabung program integrasi transportasi, OK OTrip.

"Buka jalan (Jati Baru Raya) itu. Saya sudah lama menunggu. Saya dikasih Program OK OTrip ini. Program ini tidak sesuai dengan anak-anak (sopir lain)," kata perwakilan sopir angkot M08, Abdul Rosyid di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (7/3/2018).

Sejatinya, para sopir sempat sepakat gabung dengan OK OTrip. Namun, mereka menganggap program tersebut memberatkan karena jarak tempuh minimum 190 kilometer per hari.

Bagi para sopir, hal tersebut tak masuk akal, karena rata-rata jarak tempuh angkot Tanah Abang relatif pendek. "190 kilometer itu target, sementara trayek saya enggak sampai segitu," keluh Rosyid.

"Kemarin 190 diturunkan lagi 170 kilometer. Tetap aja enggak sampai target. Sejago-jagonya saya, saya sopir 08 ya, itu 110-120 km. Dibagi lagi sopir 2 gajinya, BBM Rp150 ribu," lanjutnya.


Infografis (Yuswandi/era.id)

Tag: tanah abang kepemimpinan anies-sandi

Bagikan: