Ditawari OK Otrip, Sopir: Nggak Jelas

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Jakarta, era.id - Polemik penataan Tanah Abang berlanjut. Kebijakan ini dinilai menabrak peraturan lalu lintas karena menempatkan pedagang kaki lima di jalan raya. Lalu dua kali juga sopir angkot mendatangi Balai Kota, minta akses Jati Baru Raya dibuka bagi angkutan umum. 

Untuk meredam tuntutan sopir angkot, Pemprov DKI sempat menawarkan mereka bergabung dengan One Karcis One Trip (OK Otrip). Namun, tawaran tersebut ditolak mentah-mentah. 

Ketua Koordinator Angkotan Umum Tanah Abang, Abdul Rosyid, mengklaim OK Otrip mustahil diikuti para sopir angkot. Pasalnya, 80 persen sopir angkot di Tanah Abang, berasal dari luar Jakarta. 

"Kalau masih OK OTrip itu bukan urusan kami, itu masalah koperasi dengan pemilik mobil. Itu enggak mudah, karena persyaratan harus punya KTP DKI, kita itu 80 persen dari daerah, itu yang jadi masalah," kata Abdul Rosyid di Jalan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (31/1/2018).

Para sopir ini juga mempertanyakan OK Otrip yang belum jelas penerapannya. Terlebih soal untung rugi yang diterima sopir angkot.

"Kalau Anda tanya OK Otrip belum jelas, kalau Anda menawarkan suatu produk, harus tahu saya kualitasnya, jangan hanya di luarnya saja dalamnya juga," ungkap Rasyid.



Dibanding OK Otrip, Rasyid meminta Jalan Jati Baru Raya dibuka kembali saja agar penghasilan yang terkuras hingga 50 persen dapat kembali lagi. Dia juga meminta keberpihakan pemerintah daerah kepada sopir angkot dalam penataan Tanah Abang yang membayar pajak, tak seperti pedagang. 

"Pak Anies bela mana? 40 orang atau 1.500 orang. Selama ini yang dagang 400 orang, sedangkan kita 1.500 orang, mari kita cari solusi terbaik, jangan merugikan," ketus Rasyid. 

Dalam demo kali ini, sopir angkot Tanah Abang tidak melakukan orasi. Sepanjang kedatangan mereka di Balai Kota pukul 10.00 Wib hingga perwakilan selesai bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno pukul 12.45 WIB tidak terdengar suara orasi apapun di Jalan Merdeka Selatan. 

Hasil pertemuan keduanya selesai. Tapi belum ada titik temu hingga Jumat mendatang. Rapat tersebut merumuskan untuk menghentikan sementara operasional Transjakarta Tanah Abang Explorer dan evaluasi penataan Tanah Abang. 

Tag: tanah abang

Bagikan: