BNN Buru 26 Sindikat Narkoba

Tim Editor

Forum Merdeka Barat 9 (Astrid/era.id)

Jakarta, era.id - Kepala BNN Heru Winarko menegaskan, pemerintah dalam posisi siap memerangi narkoba. Hal itu dipastikan Heru yang saat ini sedang memburu 26 sindikat peredaran narkoba.

"Ini sindikat juga. Sebelumnya target BNN itu 24 sindikat, sekarang 26 sindikat target yang akan kita lawan," kata Heru di Forum Merdeka Barat 9, Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Sepanjang tahun 2017, BNN menganani 45.537 kasus narkoba. Dari seluruh kasus itu, BNN bersama Polri dan Ditjen Bea Cukai berhasil mengamankan 4,7 ton sabu, 151,22 ton ganja dan 2.940.748 butir ekstasi.

Heru memaparkan, maraknya peredaran narkoba yang masuk ke Indonesia disebabkan oleh peluang bisnis yang menggiurkan. Harga jual narkoba di Indonesia, kata dia, termasuk yang cukup mahal.

"Kalau di China itu satu gram sabu dihargai Rp20 ribu, sampai di Indonesia harganya bisa sampai Rp1,2 juta hingga Rp2 juta setiap gramnya," papar Heru.

Hal senada juga diungkapkan anggota Komisi III DPR, Arteria Dahlan yang menyebut banyak masyarakat terbuai dengan iming-iming penghasilan yang tinggi karena menjadi kurir narkoba. 

"Mereka tidak lagi lihat prestasi. Pokoknya jual saja narkoba kan dapat uang banyak," kata Arteria Dahlan. 

Menurut Arteria, kerugian negara karena narkoba mencapai Rp74 triliun, dengan masyarakat pengguna narkoba diperkirakan mencapai 3,3 juta orang. Persoalan itu semakin ditambah dengan usia pemakai narkoba berada di usia produktif yakni 24-30 tahun.

"Saya sependapat sama presiden, tembak mati, hukuman mati nggak apa-apa. Enggak usah bicara HAM karena pengedaraan narkoba merusak generasi bangsa," ungkap Arteria.

Tag: darurat narkoba

Bagikan: