Justice Collaborator Novanto Ditolak

| 29 Mar 2018 16:54
Setya Novanto (Foto: Tasya/era.id)
Jakarta, era.id - Jaksa KPK menolak permohonan justice collaborator (JC) yang diajukan Setya Novanto dalam kasus korupsi e-KTP. Jaksa menilai Novanto belum memenuhi kualifikasi sebagai JC.

"Terdakwa belum memenuhi kualifikasi sebagai justice collaborator, penuntut umum belum dapat menerima permohonan tersebut," kata Jaksa KPK Abdul Basyir di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (29/3/2018).

Perlu diketahui, Novanto mengajukan permohonan justice collaborator pada 10 Januari 2018. Dalam proses persidangan Novanto sempat menyebutkan 10 nama yang menerima uang e-KTP.

Menurut jaksa, keterangan Novanto belum masuk klasifikasi justice collaborator. 

"Persyaratan utama untuk menjadi justice collaborator yakni memberikan keterangan yang signifikan mengenai kejahatan yang diperbuatnya dan pelaku lain yang lebih besar serta mengembalikan seluruh hasil kejahatannya," lanjut jaksa.

Sebelumnya, pengacara Firman Wijaya selaku tim kuasa hukum Novanto berharap permohonan justice collaborator yang diajukan kliennya dapat dikabulkan KPK. Karena beberapa persyaratan pengajuan justice collaborator dirasa Firman sudah dilakukan kliennya. 

Mantan kuasa hukum Anas Urbaningrum itu menilai, kliennya mengakui perbuatannya dan telah melakukan pengembalian uang sebesar Rp5 miliar. Tak hanya itu, dia menyebut kliennya telah bekerja sama dengan para penegak hukum dan mengakui adanya pemberian jam tangan Richard Mille RM011 meski akhirnya dikembalikan. 

"Hemat saya, penegak hukum seperti JPU KPK dan majelis hakim perlu mempertimbangkan karena kasus e-KTP ini bukan sekadar kasus serious crime, tapi ini scandal crime," ujar Firman.

Jaksa KPK menuntut Setya Novanto dengan hukuman 16 tahun pidana penjara. Tak hanya itu, Novanto juga didenda Rp1 miliar atau kurungan 6 bulan penjara.


Rekomendasi