Berikut Beberapa Nama Al-Quran dan Artinya yang Harus Kamu Ketahui

Tim Editor

Al-Qur'an. (Foto: Tayeb MEZAHDIA dari Pixabay)

ERA.id - Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam yang berisi firman Allah SWT. Dalam segi bahasa Al-Qur'an memiliki arti bacaan. Sedangkan secara istilah, Al-Qur'an memiliki arti sebagai firman Allah SWT yang telah diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW. 

Dalam ajaran Islam, Al-Qur'an bukan hanya menjadi kitab suci yang wajib dibaca, tetapi juga dipelajari, diamalkan, dan dijadikan petunjuk bagi kehidupan manusia.

Al-Qur'an sendiri diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW lewat perantara Malaikat Jibril pada 17 bulan Ramadan. Hal itu juga sesuai dengan surat Al Anfal ayat 41, Allah SWT berfirman:

وَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَاَنَّ لِلّٰهِ خُمُسَهٗ وَلِلرَّسُوْلِ وَلِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِ اِنْ كُنْتُمْ اٰمَنْتُمْ بِاللّٰهِ وَمَآ اَنْزَلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعٰنِۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Artinya: Dan ketahuilah, sesungguhnya segala yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak yatim, orang miskin dan ibnu sabil, (demikian) jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqan, yaitu pada hari bertemunya dua pasukan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Tapi tahukah kamu jika Al-Qur'an memiliki nama-nama lain yang harus diketahui umat muslim? Para ulama menyematkan beberapa nama untuk Al-Qur'an. Penamaan itu merujuk pada keistimewaan dan tujuan diturunkannya Al-Qur'an itu sendiri.

Adapun nama-nama yang dikenal antara lain seperti berikut:

Al-Furqan

Al Furqan memiliki arti sebagai pembeda. Dalam hal ini, Al-Qur'an dijadikan sebagai pembeda kehidupan umat islam dari hal-hal mana yang baik dan mana yang tidak serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan membaca dan mengamalkan Al Qur’an manusia sudah sewajanya dapat membedakan mana yang Al Haq (yang baik) serta mana yang batil (yang buruk).

Jika manusia telah belajar, membaca, dan memahami Al Qur’an maka seseorang tersebut sudah seharusnya dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Contohnya saat hendak mencari keuntungan ketika berdagang, dijelaskan untuk tidak melakukan pengurangan berat dari barang dagangan yang artinya itu penipuan.

Allah SWT pernah berfirman dalam Al Qur’an surat Al-Furqan ayat 1 yang artinya “Maha Suci Allah SWT yang telah menurunkan (mewahyukan) Al-Furqan (yakni Al Qur’an) kepada hambaNya (Muhammad).”

Al-Kitab

Dalam bahasa Arab, kata Kitab dengan adanya baris tanwin di akhir yaitu Kitabun memberi makna yang sangat umum yakni sebuah kitab yang tidak tentu. Dan jika ditambah dengan adanya alif beserta lam di depannya sehingga menjadi Al Kitab maka makna telah berubah menjadi sesuatu yang khusus (kata dengan nama tertentu).

Terdapat banyak Nama Lain Al-Qur'an dan sesuai dengan ciri-ciri serta kriteria dari Al-Qur'an itu sendiri. Al-Kitab sebagai nama lain dari Al-Qur’an disebutkan dalam beberapa ayat. Dalam Al Qur’an Surat Ad Dukhan (44) ayat 1–3 Allah SWT berfirman yang artinya “Haa miim, demi Kitab (yaitu Al Qur’an) yang menjelaskan”

Dalam ayat yang lain juga disebutkan di dalam surat Al Baqarah ayat 2 Allah SWT berfirman:

 ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ

Artinya: Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,

Ar-Rahman

Nama lain dari Al-Qur'an yakni Ar-Rahman mengandung arti bahwa Al-Qur'an akan melahirkan hikmah, rahmat, dan juga iman. Bagi umat manusia yang senantiasa beriman serta berpegang teguh pada Al-Qur'an sebagai Ar-Rahmah ini tentu akan terus mencari kebaikan dan senantiasa akan cenderung kepada kebaikan yang ditimbulkan tersebut.

Ar-Rahmah sebagai nama lain dari Al Qur’an dinyatakan Allah SWT dalam firmannya dalam surat Al-Isra’ ayat 82

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا

Artinya: Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur'an itu) hanya akan menambah kerugian.

Al-Huda

Al-Qur'an bagi umat islam merupakan sebuah petunjuk dan pedoman kelangsungan hidupnya dalam melakukan segala sesuatu. Al-Qur’an sebagai petunjuk telah dinyatakan oleh Allah SWT dalam firmannya. Al Hudaa sebagai nama lain dari Al Quran dinilai sesuai dengan kriteria dan ciri-ciri dari kitab suci umat Islam tersebut.

Berikut ayat yang menyebutkan bahwa Al-Qur'an sebagai petunjuk ialah dalam Al-Qur'an surat Al Baqarah ayat 185, Allah SWT berfirman yang artinya “Al Qur’an sesungguhnya adalah petunjuk bagi umat manusia”. Ayat lain yaitu QS (3) ayat 138 Allah SWT berfirman dengan arti “Alqur’an sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa”

Quran surat Al Baqarah ayat 185 yang berbunyi:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Artinya: Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.

Ar-Ruh

Allah SWT menurunkan wahyu kepada Rasul-Nya yaitu Nabi Muhammad SWT berupa Al Qur’an dan dinamakan sebagai roh. Roh dalam hal ini berarti menghidupkan sesuatu. Selayaknya jasad manusia, tanpa adanya roh manusia akan mati, tidak berguna, dan busuk. Al Qur’an dinilai sebagai roh untuk menghidupkan hati yang telah mati hingga dekat kepada sang Pencipta.

Ar-Ruh sebagai nama lain dari Al-Qur'an dinyatakan oleh Allah SWT dalam firmannya Al-Qur'an surat Ash Shura ayat 52:

وَكَذٰلِكَ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ رُوْحًا مِّنْ اَمْرِنَا ۗمَا كُنْتَ تَدْرِيْ مَا الْكِتٰبُ وَلَا الْاِيْمَانُ وَلٰكِنْ جَعَلْنٰهُ نُوْرًا نَّهْدِيْ بِهٖ مَنْ نَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِنَا ۗوَاِنَّكَ لَتَهْدِيْٓ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍۙ

Artinya: Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) ruh (Al-Qur'an) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (Al-Qur'an) dan apakah iman itu, tetapi Kami jadikan Al-Qur'an itu cahaya, dengan itu Kami memberi petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus.

An-Nur

Al-Qur'an bagi umat islam juga menjadi cahaya bagi kehidupan yang akan menuntun manusia menuju cahaya kebenaran, menjauhkan dari kegelapan, kesesatan serta kejahilan ilmu. Dengan An Nuur, manusia akan senantiasa beriman dan mengabdi kepada Allah SWT serta terjauhkan dari kesempitan dunia dengan melihat keluasan dari akhirat.

Allah berfirman dalam surat Al Maidah ayat 15 yang berbunyi:

 يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ قَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيْرًا مِّمَّا كُنْتُمْ تُخْفُوْنَ مِنَ الْكِتٰبِ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍەۗ قَدْ جَاۤءَكُمْ مِّنَ اللّٰهِ نُوْرٌ وَّكِتٰبٌ مُّبِيْنٌۙ

Artinya: Wahai Ahli Kitab! Sungguh, Rasul Kami telah datang kepadamu, menjelaskan kepadamu banyak hal dari (isi) kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula) yang dibiarkannya. Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menjelaskan.

As-Syifaa’

Al-Qur'an yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW untuk diturunkan kepada manusia telah di sifatkan sebagai penyembuh dan penawar bagi umat manusia. Penawar dan penyembuh berkaitan dengan penyakit.

Manusia tentu akan memiliki beberapa penyakit hati seperti sombong, ragu, bahkan syirik. Tafsir Ibnu Kathir menjelaskan bahwa Al-Qur'an dapat menjadi penawar dan penyembuh dari berbagai penyakit hati yang ada di dalam manusia. Sesungguhnya Al-Qur'an yang benar-benar diamalkan akan membawa kedamaian dan ketenangan hati manusia.

Al-Qur'an dapat memberikan pencerahan bagi yang beriman. Ketika hati seseorang terbuka pada Al-Qur'an maka ia dapat mengobati dirinya sendiri. Perasaan yang mudah datang seperti mudah marah, dengki, iri, cemas dapat menjadi lebih bahagia dan tenang serta senantiasa berada di jalan Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam surat Yunus ayat 57 yang berbunyi:

 يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاۤءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ

Artinya: Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.

Al-Kalam

Al-Qur'an sebagai Al Kalam mengandung arti bahwa isi awal hingga akhir yang ada di dalam Al-Qur'an merupakan firman atau perkataan dari Allah SWT. Beberapa ayat Al-Qur'an menjelaskan Al-Qur'an sebagai Al Kalam.

Penjelasan tersebut terdapat di dalam Al-Qur'an surat At Taubah ayat 2 yang memiliki arti “Maka hendaklah kamu berjalan (wahai kamu musyrikin) di muka bumi selama 4 bulan, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan pernah bisa melemahkan Allah SWT dan sesungguhnya Allah SWT akan menghinakan orang kafir”

Tag: eramadan ramadan al-qur'an tafsir al-qur'an

Bagikan: