Penuhi Panggilan KPK, Zumi Pasrah Bila Ditahan

Tim Editor

Gubernur Jambi Zumi Zola (Tasya/era.id)

Jakarta, era.id - Gubernur Jambi Zumi Zola memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus gratifikasi sejumlah proyek di Jambi. Melalui pengacaranya, Zumi mengaku pasrah bila KPK menahannya usai pemeriksaan.

"Kalaupun hari ini harus menjalani penahanan, kami akan patuh. Kami mengucapkan terima kasih karena diberikan kesempatan untuk memberikan klarifikasi. Hak-hak kami sudah dipenuhi KPK," ucap kuasa hukum Zumi, Handika Honggowongso di KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (9/4/2018).

Handika berharap berkas penyidikan kliennya segera dilengkapi dan dilimpahkan ke tahap penuntutan. Dia menyampaikan hal itu agar ada kepastian hukum bagi Zumi.

"Kami berharap semoga segera dilakukan pemberkasan sehingga bisa disidangkan. Untuk menguji sejauh mana dakwaan terbukti atau tidak sehingga segera ada kepastian hukumnya," kata Handika.

Sementara Zumi lebih memilih diam dan hanya sesekali menebar senyum ketika ditanya awak media perihal pemeriksaannya. 

"Terima kasih, makasih ya," ucap Zumi singkat.

Baca Juga : Diperiksa 8 Jam, Zumi Zola Membisu

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Gubernur Provinsi Jambi periode 2016-2021 Zumi Zola Zulfikar menjadi tersangka kasus gratifikasi. Selain Zumi, KPK menetapkan Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR yang sekaligus menjabat sebagai pelaksana tugas Kepala Dinas PUPR, Arfan (ARN) sebagai tersangka.

Keduanya diduga menerima hadiah terkait sejumlah proyek di Provinsi Jambi selama periode Zumi menjabat sebagai Gubernur 2016-2021. Dalam periode itu, KPK mencatat nilai penerimaannya mencapai Rp6 miliar.

Selain itu, lembaga antirasuah ini juga telah mencegah Zumi Zola selama enam bulan ke depan sejak tanggal 25 Januari 2018.

Baca Juga : Mengintip Kekayaan Zumi Zola

Tag: zumi zola kpk

Bagikan: