Beda Fahri Hamzah Sikapi Novel Dulu dan Sekarang

Tim Editor

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah. (Jafriyal/era.id)

Jakarta, era.id - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mendukung penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan untuk lebih keras mengkritik Presiden Joko Widodo yang lambat membentuk  Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). 

"Novel harus lebih keras menyalahkan presiden. Kalau Novel mencari keadilan tidak ketemu yang salah memang presiden," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Jumat (13/4/2018).

Sikap Fahri itu berbeda dengan sikap dia sebelumnya yang kerap mengkritik KPK dan Novel Baswedan. Fahri yang saat ini membela Novel, sebelumnya meminta Novel tidak cengeng menghadapi penyerangan yang dialaminya.

Fahri pernah mengatakan kasus penyiraman air keras yang dialami Novel merupakan bagian dari risiko pekerjaan. Selain itu, Fahri juga pernah mengatakan Novel diserang akibat kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP yang ditangani KPK. 

Adapun Novel pesimistis kasus penyiraman air keras terhadapnya bakal terungkap. Novel menduga aparat enggan mengungkap pelaku dan aktor di balik kasus penyerangan terhadapnya.

"Saya meyakini bahwa kasus ini tidak akan diungkap. Apakah itu merupakan keengganan atau suatu kesengajaan atau tidak, saya tidak tahu," kata Novel, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (11/4/2018).

Baca Juga : Novel Sebut Kasusnya Sengaja Tak Diungkap


(Infografis kronologis kasus penyiraman air keras/era.id)

Sejak kejadian penyiraman air keras Novel pada Selasa (11/4/2017), polisi telah memeriksa 38 rekaman kamera CCTV untuk mencari pelaku penyerangan. 

Polisi juga telah menelusuri 109 toko kimia untuk mencari tahu siapa pelaku membeli air keras yang disiramkan ke wajah dan mata Novel. Sebanyak 68 saksi telah dimintai keterangan namun tak satu pun yang melihat pelaku. Novel pun belum memberi keterangan rinci saat diperiksa di Singapura.

"Saya mendapat informasi bahwa ada seorang jenderal polisi --berpangkat tinggi-- terlibat. Awalnya saya katakan informasi itu tidak benar. Tapi sekarang setelah berjalan dua bulan dan kasus ini belum juga terpecahkan, saya bilang (kepada orang yang menduga polisi terlibat) bahwa rasanya informasi itu benar," ujar Novel kepada Majalah Time, Juni 2017.

Baca Juga : Novel Sudah Bisa Melihat

Sakit karena disiram air keras membuat kedua mata Novel nyaris buta. Tak terhitung berapa kali Novel harus bolak-balik menjalani operasi mata, baik itu di Rumah Sakit yang ada di Jakarta ataupun di negara tetangga seperti di Singapura.

Berbagai desakan muncul dari berbagai LSM dan KPK untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Namun pemerintah belum sepakat dengan desakan itu. Meski tak bisa melihat dan harus mondar-mandir meja operasi, Novel sempat mengungkapkan ada keterlibatan sosok petinggi polisi dalam kasus penyerangan yang dialaminya. 

Tag: novel baswedan siapa penyerang novel

Bagikan: