Bambang Soesatyo Tolak Gantikan Ketua DPR Tanpa Restu Novanto

Tim Editor

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo (ANGELINA/era.id)

Jakarta, era.id - Kursi Ketua DPR menjadi bahasan menarik pascapenahanan tersangka kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto oleh KPK. Muncul beberapa nama yang digadang-gadang layak menggantikan Novanto, salah satunya Bambang Soesatyo (Bamsoet).

Ketua Komisi III DPR ini menolak maju terang-terangan karena masih memperhitungkan posisi Novanto sebagai Ketua DPR.

"Tidak. Saya tidak mau (maju) kalau tidak dapat restu dan blessing dari Setya Novanto selaku Ketua Umum maupun Ketua DPR. Selama Pak Nov masih ketua umum kita masih hargai dia," ujar Bambang di sela Rapat Pleno DPP GOLKAR di Jakarta, Selasa (21/11/2017).

Perihal surat tulisan tangan mengenai pelaksana tugas (plt) ketua DPP Golkar dan Ketua DPR yang diduga berasal dari Setya Novanto, Bamsoet juga menambahkan dirinya mendukung hal tersebut agar tidak terjadi pergantian di DPR.

"Justru saya pribadi menghargai adanya surat Setya Novanto ke DPR yang meminta agar ke depannya tidak ada pembahasan mengenai pergantian ketua DPR," tandasnya.

Sebelumnya beredar surat tulisan tangan Setya Novanto bermaterai Rp6000. Melalui surat tersebut, Novanto menolak diberhentikan dari kursi pimpinan Golkar dan DPR. Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, sudah membenarkan surat tersebut ditulis oleh Novanto.

Menurut Fahri, Novanto menulis surat tersebut agar proses pergantian ketua DPR dan ketum Golkar ditunda sampai proses hukumnya selesai.

Bagikan: