Pemilik Warteg di Jaktim Diduga Tekor Usai Didatangi Rombongan Anies, Ferdinand: Gagal Pencitraan, Jangan Pelit ke Warga

Tim Editor

Warteg yang viral di kawasan Pasar Pramuka, Jakarta Timur, usai didatangi Anies. (Ilham/ERA.id)

ERA.id - Mantan politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menanggapi ramainya pemberitaan terkait pemilik warteg di kawasan Pasar Pramuka, Jakarta Timur, yang diduga tekor usai didatangi rombongan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Momen itu terjadi saat rombongan Gubernur DKI mendatangi warteg milik Takuri pada Kamis (14/10). Takuri mengatakan bahwa Anies berbicara soal program 'Semua Warga Bisa Makan Gratis. Tak Boleh Ada yang Lapar di Jakarta' saat mengunjungi wartegnya.

Usai mengunjungi warteg Takuri Anies pun membayar Rp1 juta untuk makan rombongan. Namun, warga sekitar yang tidak tahu menganggap bahwa menu di warteg tersebut telah dibayarkan Anies langsung menyerbu hingga makanan di warteg ludes.

Menanggapi hal itu, Ferdinand berharap pihak Anies membayarkan kerugian jika memang dialami pemilik warteg. Ia juga meminta Anies untuk tidak pelit kepada warganya.

"Kasihan pak Takuri pemilik Warteg jika memang dia menjadi rugi. Semoga @aniesbaswedan segera mengutus staffnya untuk menambah uang pembayaran kpd pemilik Warteg," cuit Ferdinand di akun Twitternya. 

"Sy tdk paham brp penjualan Warteg ini perhari. Apakah 1 jt dr Anies sdh untung atau rugi? Nies, jgn pelit ke warga..!" tambah dia.

Ferdinand juga menyebut bahwa Anies gagal membuat pencitraan dengan meniru Presiden Jokowi saat berkunjung di Papua.

"Nies, mungkin niatmu mau niru Jokowi atau mau membuat perbandingan dgn Jokowi ketika di Papua, membeli dgn membayar lebih. Tapi ternyata kamu gagal Nies bikin pencitraan," kata Ferdinand.

"Harusnya BELI SEDIKIT BAYAR BANYAK seperti Jokowi, bukan BELI BANYAK BAYAR SEDIKIT seperti yg kamu lakukan," tambah dia.

Tag: pemprov dki jakarta anies baswedan jakarta Ferdinand Hutahaean Warteg Gratis warteg

Bagikan: