Bagaimana Cara Polisi Lumpuhkan Napi Teroris?

Tim Editor

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (Leo/era.id)

Jakarta, era.id - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menceritakan tindakan-tindakan yang diambil kepolisian dalam menggagalkan perlawanan napi teroris di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Kamis (10/5) kemarin.

Moeldoko menerangkan aparat kepolisian melakukan tindakan attention terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan penyerbuan. Langkah itu diambil untuk menekan mental napi teroris yang terdesak. Salah satu caranya dengan mematikan jaringan listrik dan air di Mako Brimob. Selain itu di malam hari, para tahanan juga tidak diberikan makanan oleh aparat kepolisian. 

"Ada alternatif yang kedua attention tekanan-tekanan, listik dimatikan makanan tidak diberikan setelah malam ada keluhan dari mereka dan dilepas (sandera), setelah satu dilepas, kita tekan lagi yang akhirnya mereka (145 tahanan) menyerah," kata Moeldoko, di Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (11/5).

Diketahui dalam penyergapan tersebut tidak ada korban jiwa yang jatuh, baik dari pihak kepolisian maupun pihak napi. Moeldoko menerangkan alasan aparat kepolisian tidak menghabisi para napi sebagaimana yang terjadi di Jawa Tengah dan Ciputat beberapa tahun lalu. Polisi berpatokan pada hukum internasional mengenai penanganan teroris. 

"Kenapa tidak dihabisi? Karena ada konvesi Jenewa, kalau lawan sudah menyerah tidak boleh dibunuh, langkah-langkah seperti itu di kedepankan dan selesai tidak ada korban," imbuh Moeldoko. 


Infografis deretan angka di balik kerusuhan di Mako Brimob (Ayu/era.id)

Adapun mengenai waktu yang lama dan tertutup dalam proses pembebasan tersebut, kata Moeldoko, hal tersebut untuk menghindari bocornya informasi taktikal penyergapan kepada pihak umum. 

Saat ini para napi teroris di Mako Brimob telah dipindahkan dari Jakarta menuju LP Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Proses pemindahan dikawal Dua Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimob Polda Jawa Tengah atau setara dengan 200 petugas.

"Ada dua SSK Brimob yang di BKO untuk membantu personel yang sudah ada," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Komisaris Besar Agus Triatmadji.

Selain Brimob, lanjut Agus, Polda Jawa Tengah juga mengerahkan 595 petugas gabungan dari Polres Banyumas dan Brebes untuk membantu mengamankan proses pemindahan para napi itu. Pengamanan tersebut dilakukan secara estafet di jalur yang akan dilalui hingga ke Pulau Nusakambangan.

"Intinya Polda Jawa Tengah siap melaksanakan pengamanan proses pemindahan napi ini," ucap dia. 
 

Tag: teroris kerusuhan di mako brimob teror bom di as

Bagikan: