Facebook, Konten Teroris dan Maraknya Akun Palsu

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta, era.id - Serangkaian aksi teroris terjadi sejak awal 2018. Konten-konten terkait aktivitas terorisme tersebar di media sosial termasuk Facebook.

Bahkan di kuartal 2018, Facebook telah menindak 1,9 juta konten negatif terkait terorisme Al-Qaeda dan ISIS. Jumlah ini meningkat 73 persen dari tahun sebelumnya.

Dilansir dari The Verge, temuan itu merupakan hasil dari peningkatan kemampuan machine learning yang dikembangkan Facebook, untuk menemukan konten-konten berbau terorisme. Laporan Facebook ini merupakan bagian dari Community Standards Enforcement Report antara Oktober 2017 hingga Maret 2018.

"Selain konten yang terkait terorisme, Facebook juga melaporkan temuan konten bermasalah lainnya, seperti konten kekerasan grafis, dimana Facebook menindak 3,4 juta konten yang banyak muncul bersamaan dengan semakin buruknya situasi di Suriah," kutip era.id, Kamis (17/5/2018).

Tak hanya itu, Facebook juga berencana untuk merilis laporan terkait dalam setahun terakhir dengan tujuan agar pengguna Facebook bisa mengerti tentang konten-konten negatif yang telah ditangani.

Baca Juga: Hasil Audit, Facebook Tangguhkan 200 Aplikasi

Facebook hapus 583 akun palsu

Tak cuma menindak konten-konten negatif terkait terorisme, Facebook juga telah menghapus 583 juta akun palsu. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk transparansi pasca skandal Cambridge Analytica.

Dikutip era.id dari blog Facebook, VP Product Management Facebook Guy Rosen, mengatakan dalam laporan yang dihimpun antara bulan Oktober 2017 sampai Maret 2018. 

"The key to fighting spam is taking down the fake accounts that spread it. In Q1, we disabled about 583 million fake accounts — most of which were disabled within minutes of registration. This is in addition to the millions of fake account attempts we prevent daily from ever registering with Facebook. Overall, we estimate that around 3 to 4% of the active Facebook accounts on the site during this time period were still fake," tulis Rosen di blog Facebook, seperti dikutip era.id.

Facebook sudah menurunkan 837 juta spam selama kuartal pertama 2018 ini. "Secara keseluruhan kami memperkirakan sekitar 3-4 persen dari akun Facebook yang aktif ini masih palsu," kata Rosen.

Rosen memperkirakan dari setiap 10 ribu konten yang dilihat di mesin Artificial Intelligence (AI) Facebook, 7-9 tampilan menampilkan konten yang melanggar standar pornografi.

Mengenai ujaran kebencian, perusahaan yang dipimpin oleh Mark Zuckerberg ini telah menurunkan 2,5 juta konten selama tiga bulan pertama 2018, yang 38 persen telah ditandai oleh teknologi.

Setelah kebocoran 8,7 juta data pengguna dari kasus Cambridge Analytica, Facebook punya segudang pekerjaan rumah untuk mencegah penyalahgunaan itu. Kendati Rosen meyakini, keterbukaan dan peningkatan transparansi yang dilakukan Facebook akan mampu mendorong perbaikan di jejaring media sosial itu. 

"Kami percaya bahwa peningkatan transparansi ini cenderung pada peningkatan akuntabilitas dan tanggungjawab dari waktu ke waktu dan mempublikasikan informasi ini akan mendorong kami untuk meningkatkan lebih cepat juga," tutup Rosen.

Tag: facebook kebocoran data berita hoaks era melawan hoaks

Bagikan: